Sabtu, 18 April 2026

Ketua DPR Sebut NU Identik Dengan Tradisi Luhur Masyarakat Indonesia

Menurut Novanto, sejarah telah mencatatkan peran penting NU sebagai institusi keagamaan yang terlibat dalam kemajuan dan peradaban bangsa dan negara.

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Setya Novanto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Setya Novanto mengucapkan selamat kepada Nahdlatul Ulama (NU).

Organisasi Keagamaan Islam Terbesar di Indonesia tersebut, Selasa (31/1/2017) memperingati hari lahirnya (Harlah) yang ke- 91.

Menurut Novanto, sejarah telah mencatatkan peran penting NU sebagai institusi keagamaan yang terlibat dalam kemajuan dan peradaban bangsa dan negara.

"Bukan hanya dalam ranah sosial, politik dan ekonomi, tapi juga terutama dalam aspek budaya," kata Novanto dalam keterangan pers, Selasa (31/1/2017).

Novanto mengatakan NU begitu identik dengan tradisi luhur masyarakat Indonesia.

Sebab ia lahir dari rahim masyarakat, tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.

Sehingga, kata Novanto, NU sekian lama telah menjadi simbol kebangkitan masyarakat itu sendiri dari berbagai keterbelakangan.

"NU telah berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun ekonomi umat, meneguhkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan, hingga berperan dalam pendidikan politik di Indonesia," katanya.

Karena itu, Novanto menilai masyarakat patut berbangga bahwa Indonesia memiliki organisasi yang berbasis keagamaan yang justru telah turut terlibat bagi kemajuan bangsa dan negara.

"Tidak hanya bagi umat Islam, tapi juga bagi seluruh agama, ras, golongan. Bahkan bagi berbagai kepentingan yang berbeda-beda," kata Novanto.

Novanto memandang NU seringkali disebut sebagai paham yang berada di tengah, moderat, mampu beradaptasi dan berakulturasi dengan berbagai tradisi serta paham keagamaan yang ada.

Bahkan atas dasar itu pula, kata Novanto, NU telah menunjukkan sebentuk pemahaman yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi atas berbagai perbedaan paham yang berbeda-beda.

"NU selalu berdiri di tengah sebagai figur pengayom, penengah dan pemersatu bangsa," imbuh Novanto.

Menurut Novanto, NU adalah organisasi penyejuk bagi seluruh umat, bukan hanya umat muslim, tapi seluruh umat beragama di Indonesia, sejak dulu dimasa perjuangan kemerdekaan sampai saat ini.

"Karena itu, patutlah kiranya kita merenungkan kembali, menapak tilas jejak-jejak sejarah NU agar inspirasi perjalanannya tetap mewarnai pekembangan dan kemajuan bangsa kita saat ini," kata Novanto.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved