Jimly Ingatkan Hakim MK: Cukup Sekali Saja Ucapkan Terima Kasih ke Lembaga yang Memilih
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menyampaikan kritik terhadap relasi antara hakim konstitusi dan lembaga politik.
Ringkasan Berita:
- Jimly menyoroti masih ada anggapan hakim konstitusi merupakan perpanjangan tangan lembaga yang memilihnya
- Jimly menekankan tiga lembaga yang mengusulkan nama hakim MK hanya berperan dalam proses seleksi
- Jimly mengingatkan hakim MK agar rasa terima kasih tidak berubah jadi beban yang memengaruhi independensi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menyampaikan kritik terhadap relasi antara hakim konstitusi dan lembaga politik.
Jimly menyoroti masih ada anggapan hakim konstitusi merupakan perpanjangan tangan lembaga yang memilih mereka.
Diketahui ada sembilan hakim MK, 3 orang diusulkan Presiden, 3 diusulkan DPR, dan 3 diusulkan Mahkamah Agung.
"Ini dipilih 'oleh', bukan dipilih 'dari'. Maka kalau DPR memilih tiga orang, itu bukan dari DPR dipersepsi seakan-akan, ‘Eh, ini wakil dari DPR.’ Mahkamah Agung, ‘Oh, ini wakil dari Mahkamah Agung.’ Presiden, ‘Oh, ini mewakili kepentingan Presiden,’” kata Jimly dalam Peluncuran Buku Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman di MK, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya cara pandang seperti itu keliru dan berpotensi mengganggu independensi peradilan.
Baca juga: Kelakar Ketua MK Suhartoyo Disindir Stunting oleh Jimly Asshiddiqie: MBG Penting Bagi Saya
Jimly menekankan tiga lembaga itu hanya berperan dalam proses seleksi. Bukan pihak yang diwakili hakim.
“Presiden, DPR, dan Mahkamah itu hanya yang memilih dengan mekanisme yang diatur untuk memastikan bahwa Mahkamah Konstitusi sungguh-sungguh di tengah dia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jimly menyinggung soal kedekatan emosional antara hakim dan pihak yang mengangkatnya.
Baca juga: Jimly Asshiddiqie Usul RUU Pemilu Disusun Lewat Metode Omnibus, Ada 16 UU yang Bisa Diintegrasikan
Ia mengingatkan agar rasa terima kasih tidak berubah jadi beban yang memengaruhi independensi.
“Mudah-mudahan bapak-bapak yang dari DPR ya tentu kan harus terima kasih dong kepada teman-teman yang memilih, ya kan? Tapi cukuplah terima kasihnya sekali saja. Gitu,” katanya.
“Juga yang dari Mahkamah Agung, ya terima kasih dong sama Pak Sunarto, sama tim, tapi tolonglah terima kasih sekali saja. Begitu juga yang diangkat oleh Presiden. Terima kasih itu harus, cuma tolong sekali saja. Jangan terus menerus dipelihara,” tegas Jimly.
Peluncuran Buku Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman diselenggarakan dalam rangka hari ulang tahun Jimly yang ke-70.
Dalam acara hadir seluruh Hakim MK yang masih menjabat serta hadir pula sejumlah hakim MK yang telah purnabakti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ketua-majelis-kehormatan-mahkamah-konstitusi-mkmk-jimly-asshiddiqie.jpg)