Kamis, 16 April 2026

NKRI Adalah Harga Mati Karena itu Harus Dijaga kata KH Ma'ruf Amin

KH Ma'ruf Amin menegaskan bahwa paham radikal terorisme telah mendistorsi nilai nilai agama yang benar dan diinterprestasi sesuai dengan keinginannya.

Editor: Toni Bramantoro
Tribunnews.com/Edwin Firdaus
KH Maruf Amin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin menegaskan bahwa paham radikal terorisme telah mendistorsi nilai nilai agama yang benar dan diinterprestasi sesuai dengan keinginannya.

Misalnya jihad dianggap perang padahal tidak semua jihad adalah perang, namun jihad itu bisa bermakna perbaikan di segala aspek seperti sosial, budaya, politik, dan sebagainya.

"Jihad akan berarti perang jika itu dilakukan di negeri yang sedang perang. Indonesia negara damai sehingga ayat itu tidak berlaku," ungkap KH Maruf Amin di Jakarta akhir pekan lalu.

Apalagi Indonesia adalah negara yang dibangun di atas kesepakatan dan perjanjian dari berbagai agama dan suku.

Juga telah disebutkan bahwa non muslim yang sudah membuat kesepakatan dengan muslim tidak boleh dimusuhi dan dibunuh.

Dengan demikian, siapa saja membunuh non muslim yang sudah sepakat hidup dalam perjanjian maka ia tidak akan mencium bau surga.

Karena itu, ia dengan tegas mengajak seluruh komponen bangsa untuk memberantas dan melawan paham radikal terorisme.

Menurutnya, radikalisme dan terorisme muaranya adalah untuk menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"NKRI adalah harga mati karena itu harus dijaga dipelihara dengan berbagai cara dan metode," tutur Kiai Maruf yang juga Rois Aam PBNU ini.

Oleh karena itu Kiai Ma'ruf mendukung langkah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam memerangi terorisme, baik dengan pencegahan maupun penindakan. Khusus untuk pencegahan, ia menggarisbawahi pencegahan melalui dunia maya.

Menurutnya, saat ini, dunia maya menjadi alat paling efektif bagi radikal terorisme untuk menyebarkan pahamnya. Dunia maya juga pintu yang digunakan kalangan radikalisme untuk meracuni masyarakat.

"Pencegahan melalui dunia maya ini memang tidak mudah, karena itu perlu upaya-upaya intensif untuk menanggulangi ini dan harus dikerjakan secara bersama. Dalam hal ini sinergi ulama dan umaro sangat penting, dan semua komponen bangsa juga harus dilibatkan," urainya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved