Fahri Hamzah Akui Legislatif Indonesia Tidak Aktif di PBB
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ingin mengecam pemerintahan Presiden AS Donald Trump
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bom kimia dari Amerika Serikat yang dikirim ke Suriah mendapat sorotan khusus dari pihak parlemen.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ingin mengecam pemerintahan Presiden AS Donald Trump lewat forum kebangsaan internasional.
"Pak Fadli kemarin cerita saya di Bangladesh juga ada pembahasan kita mengajak untuk mengecam sebagai organisasi parlemen dunia berapa bulan yang lalu," ujar Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di komplek DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (7/4/2017).
Fahri mengakui kecaman untuk AS sulit dilakukan.
Pasalnya perwakilan legislatif Indonesia tidak aktif di PBB.
"Legislatif Indonesia enggak kelihatan aktif jadi enggak ada perannya," ujar Fahri Hamzah.
Politisi PKS itu membandingkan legislatif Indonesia dengan negara kecil lainnya sangat berbeda.
Karena meski negara dengan penduduk sedikit, tetapi secara legislatif sudah bisa mewakili suara negara ketiga.
"Kalah sama negara penduduk kecil yang penduduknya cuma 300.000 kaya Qatar itu penduduk 300 juta kalah sama 300 ribu," ujar Fahri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/fahri-hamzah_20170314_122857.jpg)