Selasa, 14 April 2026

Penangkapan Terduga Teroris

Senjata Teroris Gagal Meletus, Danramil Tuban Lolos dari Maut

Nyawa Koramil 0811/01 Kota Tuban, Kapten Inf Lasmito hampir melayang saat seorang terduga teroris mengarahkan tembakan

Editor: Sanusi
Surya/Mohammad Romadoni
Komandan Rayon Militer (Koramil) 0811/01 Kota Kapten Inf Lasmito (Surya/ Mohammad Romadoni) 

TRIBUNNNEWS.COM, TUBAN - Nyawa Komandan Rayon Militer (Koramil) 0811/01 Kota Tuban, Kapten Inf Lasmito hampir melayang saat seorang terduga teroris mengarahkan tembakan kepada perwira pertama TNI tersebut, Sabtu (8/4) lalu. Lasmito lolos dari maut karena senjata api rakitan yang dibawa Satria Aditama (19) tak meletus alias macet.

"Senpi milik terduga teroris gagal meletus. Saya berupaya menghindar untuk menyelamatkan diri," ujar Kapten Inf Lasmito saat ditemui di Koramil 0811/01 Kota Tuban, Senin (10/4). Ia masih ingat betul pria yang menembak itu mengenakan kaus warna hijau bertuliskan 'Slemania'.

Menurutnya, saat itu tak ada perasaan takut di benaknya Lasmito dan sejumlah polisi melakukan pengejaran terhadap enam orang terduga teroris yang menembak dua anggota Satlantas Polres Tuban, Jawa Timur, di Pos Blackspot Terapy, Jati Peteng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu lalu. Setelah terjadi baku tembak selama 50 menit di kebun jagung, enam terduga teroris itu tewas di tempat.

Saat ikut mengejar para terduga teroris, Lasmito mengaku tak merasa takut. Ia bahkan sempat jatuh tersungkur ke tanah akibat serudukan seorang terduga teroris. Senjata laras panjang SS-1 Pindad yang dibawa Lasminto nyaris direbut pelaku.

Tak pelak, kontak fisik terjadi. Lasmito bergumul dengan terduga teroris di tanah lapang persis di sebelah lahan jagung. Merasa nyawanya terancam, Lasmito terpaksa menembak terduga teroris dengan senpi laras panjang ari jarak satu meter.

Tembakannya tepat mengenai rahang sebelah kanan terduga teroris. Peluru tajam kaliber 5, 56 milimeter menembus rahang hingga tembus ke belakang kepala terduga teroris.

"Terduga teroris tewas seketika dan tersungkur di tanah. Sedangkan saya minta anggota Polres Tuban untuk mengambil senjata rakitan yang dibawa pelaku," ungkapnya.

Sekitar 10 menit kemudian personel Korps Brigade Mobil (Brimob) Polda Jatim bersama tim Densus 88 Antiteror datang. "Setelah itu penangkapan terduga teroris lainnya diambilalih mereka (polisi). Kami tidak boleh menembak dan diminta untuk stanby di tempat itu," tambahnya.

Peristiwa ini bermula saat pihaknya diperintahkan Dandim 0811/Tuban, Letkol Inf Sarwo Supriyo untuk ikut menangkap terduga teroris yang menembaki pos polantas.

"Saya segera berangkat bersama tiga orang personel dari Koramil Kota Tuban," katanya.

Terduga teroris Satria Aditama sempat bersembunyi di balik rimbunnya pohon jagung saat berusaha menyerang Lasmito. "Pelaku berlari dari tempat persembunyia di balik ladang jagung lalu menyerang dan akan menembak saya," kata Kapten Lasmito.

Tembakan peringatan

Saat itu tiga personel dari Koramil 0811/01 Kota Tuban membawa dua senapan laras panjang SS 1. Sedangkan tiga anggota Polres Tuban membawa senjata api jenis revolver.

"Saat berada di lokasi saya mendapat informasi dari warga, terduga teroris sempat menembakkan senjata api di area persawahan desa setempat. Kemudian saya menyisir ke lahan jagung tempat para pelaku bersembunyi," ungkapnya.

Saat itu ia menuju ke lahan lapang di samping tanaman jagung milik warga bernama Kasmin. Tepat di tengah lahan itu, tim berpencar. Saat ia berjalan di tengah pematang sawah ada tanaman jagung yang bergerak-gerak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved