Menko PMK Tinjau Langsung Kesiapan Pelaksanaan Ibadah Haji di Arab Saudi
Sukses penyelenggaraan Ibadah Haji tak lepas dari upaya kerja bersama dan gotong royong.
Fasilitas kesehatan yang ditinjau Menko PMK ini menyediakan 75 tempat tidur rawat; 20 tempat tidur UGD dan 80 petugas kesehatan haji. Sifat pelayanan adalah pelayanan dasar dan emergensi. Lantai 1 Klinik Haji Indonesia dimanfaatkan untuk ruang rawat Psikiatri, ruang rawat laki-laki dan perempuan dan ruang penunjang seperti radiologi, laboratorium, gizi, poli gigi dan ruang linen.
Sementara lantai 2 dipergunakan untuk depo obat dan alat kesehatan, dan ruang kerja petugas sanitasi surveilans dan siskohatkes. Guna memberikan pelayanan maksimal, Klinik Haji Indonesia dilengkapi dengan delapan ambulans dan 80 petugas.
Perhatian Menko PMK untuk memberikan pelayanan haji secara maksimal tidak hanya selama di Arab Saudi, tetapi juga sejak keberangkatan di Tanah Air. Menko PMK meminta agar ke depan disiapkan materi manasik menggunakan kearifan lokal.
“Perlu disiapkan buku manasik disetiap embarkasi menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa daerah” kata Menko PMK.
Sebelumnya di Jakarta, Menko PMK juga menggelar rapat koordinasi terkait penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2017 untuk memastikan berbagai kesiapan pelaksanaan ibadah rukun Islam yang ke-5 lima ini.
“Semua persiapan harus kita lakukan dengan sungguh-sungguh. Kita harus mengingat betul bahwa dengan penambahan jumlah kuota haji ini, berarti jumlah orang yang akan kita layani juga semakin banyak,” kata Menko PMK seusai rakor yang terselenggara pada pertengahan Maret lalu itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/menko-pmk-puan_20170421_084751.jpg)