Minggu, 7 Juni 2026

Mudik Lebaran 2017

Jangan Ada Lagi Tragedi 'Brexit' Jilid 2

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Michael Wattimena berharap tragedi di Pintu Tol Brebes atau yang lazim disebut 'Brexit' tidak terulang lagi.

Tayang:
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dewi Agustina
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Kendaraan dari arah Jakarta mengantre di persimpangan pintu keluar tol Brebes Exit Timur atau Brexit, Jawa Tengah, Jumat (23/12/2016) sore. TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya 17 orang meninggal dunia selama periode 29 Juni sampai 5 Juli.

Untuk menghindari terjadinya kemacetan di Brebes Timur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, menambah ruas jalan tol fungsional yang dapat dilalui pemudik dari Brebes Timur sampai Weleri sepanjang 110 kilometer.

"Brebes itu akan ada kemacetan yang lumayan. Tidak akan dan tidak mungkin seperti peristiwa Brexit karena memang sudah ada tol fungsional sepanjang 110 km. Itu akan jauh bisa mengurai," tutur Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Untuk menanggulangi kemacetan dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polri mengadakan Operasi Ramadniya mulai 19 Juni-4 Juli 2017 mendatang.

Sebagai upaya membantu warga, aparat kepolisian mempersiapkan posko-posko bersama di sejumlah rest area.

Posko bersama itu merupakan gabungan dari Polri, TNI, Badan SAR Nasional, dan kementerian terkait.

Untuk tenaga kesehatan, kata dia, Kementerian Kesehatan bersama dengan Basarnas sudah menyiapkan sejumlah personel bersama kendaraan roda dua, ambulans, dan helikopter.

"Jadi mudah-mudahan tidak ada lagilah horor brexit itu," kata Tito Karnavian.

Untuk bahan bakar kendaraan bermotor, PT Pertamina sudah menyiagakan mobil-mobil tangki di rest area.

Berbagai bahan bakar diperjualbelikan, meliputi solar, premium, dan pertamax. Selain itu, ada pasukan sepeda motor yang membawa tiga tangki masing-masing 10 liter.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga (PN) memastikan keamanan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di berbagai daerah, khususnya SPBU dan jalur mudik.

Persiapan antara lain membentuk satuan tugas (Satgas) dan mulai tanggal 10 Juni 2017 hingga 10 Juli 2017 untuk memastikan kelancaran operasional yang melibatkan awak mobil tanki (AMT) karyawan PT Garda Utama Nasional, PT Ceria Utama Abadi, PT Absolute Service, PT Prima Perkasa Mandiri, PT Ardina Prima, dan PT Cahaya Andika Tamara, selaku Perusahaan Pemborong Pekerjaan Pengangkutan (4P) di area operasional distribusi BBM Pertamina Patra Niaga.

Upaya lain untuk menjamin kelancaran dan keamanan distribusi BBM selama Idul Fitri 2017 adalah bekerjasama dengan TNI/Polri dan pihak terkait, serta mempersiapkan strategi alih suplai antar BBM untuk memenuhi ketersediaan BBM bagi masyarakat.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya potensi gangguan operasional yang menghambat dan mengganggu pasokan BBM nasional bagi masyarakat luas.

"Dengan program SATGAS SIAP, kami menjamin kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat, khususnya SPBU di jalur padat mudik," tutur Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Rudy Permana.

PT Pertamina telah memastikan stok BBM di atas 20 hari dari kebutuhan normal, sementara PT Pertamina Patra Niaga mengelola sistem distribusi BBM dan memastikan perusahaan 4P menyiapkan karyawannya yang ditugaskan sebagai AMT di seluruh wilayah distribusi.

Selain dari kesiapan AMT, tim SATGAS SIAP! Pertamina Patra Niaga juga menjamin Mobil Tangki yang dipergunakan dalam kondisi siap beroperasi.

Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir akan ancaman kelangkaan BBM karena Pertamina Patra Niaga dan induk perusahaannya PT Pertamina mendapat penugasan negara dalam menjamin kelancaran distribusi BBM. (gle/wly)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved