Sabtu, 18 April 2026

Pemerintah Akan Manfaatkan WNI Alumni Suriah Untuk Deteksi Kelompok Teror di Indonesia

"Ya kayak whistle blower (red: pelapor), suatu kekuatan pemerintah menghadapi sesuatu,"

Editor: Adi Suhendi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menko Polhukam Wiranto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan menampung semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali dari Suriah.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, menyebut para alumni Suriah tersebut harus mengikuti proses deradikalisasi.

Selain itu, mereka pun bisa dimanfaatkan pemerintah untuk memerangi kelompok teror di Indonesia.

Wiranto menyebut alumni Suriah umumnya tahu seluk beluk kegiatan kelompok teror, termasuk kelompok Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS).

Informasi tersebut bisa dimanfaatkan pemerintah.

"Ya kayak whistle blower (red: pelapor), suatu kekuatan pemerintah menghadapi sesuatu, karena mereka tahu anatomi terorisme sehingga membantu pemerintah," kata Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2017).

Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius menyebut ada ratusan alumni Suriah yang sudah kembali ke tanah air.

Ia menyebut tidak semua dari mereka adalah pendukung ISIS.

Namun, mereka umumnya adalah pendukung satu kelompok bersenjata yang ikut bertikai di Suriah.

Ia menyebut pemeritah sudah mengikutsertakan mereka yang kembali dalam program deradikalisasi.

Pemerintah menurutnya juga sudah melakukan pendataan dan melakukan pemantauan terhadap para alumni Suriah.

Namun, ia tidak bisa menjamin pemikiran mereka sudah tidak radikal.

Seorang alumni Suriah yang kemudian berulah di tanah air adalah Syawaluddin Pakpahan.

Ia sekitar 2012-2013 lalu sempat berangkat ke Suriah selama lima bulan dan bergabung ke Free Syrian Army (FSA).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved