Minggu, 26 April 2026

Kisah Najwa Shihab, Duta Baca dan Berhentinya 'Mata Najwa'

Wanita yang akrab disapa Nana ini tak memberitahu alasan dia keluar dari stasiun televisi swasta, Metro TV dan mengakhiri programnya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Capture
Najwa Shihab 

Peserta tidak hanya berasal dari pejabat dan pegawai di lingkungan Kemensetneg, melainkan juga undangan dari sejumlah kementerian dan lembaga.

“Membaca buku Catatan Najwa itu seperti membaca puisi,” ungkap AAGN Ari Dwipayana, Staf Khusus Presiden selaku pembahas membuka diskusi, seperti dilansir laman Setneg.go.id, Rabu (22/3/2017).

Di sebelah kirinya, Najwa Shihab atau yang akrab disapa Nana tersenyum.

“Kepedulian sosial politik yang menjadi kata-kata. Buku dengan topik beraneka ragam,” sahut moderator Nico Harjanto menimpali.

Diundangnya Najwa bukan sekadar karena ia seorang news anchor yang menerbitkan buku.

Sejak awal Maret tahun lalu, status Duta Baca Indonesia melekat padanya, hingga tahun 2020 mendatang.

Hal itu pula yang menjadi alasan Perpustakaan Kemensetneg menghadirkan Najwa.

Najwa memaparkan banyak hal, khususnya apa yang mendasari perempuan kelahiran Makassar itu menerbitkan buku Catatan Najwa pada November 2016 lalu.

“Sejak tujuh tahun lalu, ini tulisan mencicil. Setiap akhir acara selalu membuat catatan refleksi dari narasumber yang hadir. Kegelisahan, kemarahan, motivasi ada di sini,” tutur Najwa.

Usai acara, Najwa membagi kisahnya.

Baca: Heboh Foto Ahok Mandi di Laut, Pengacara: Itu Kerjaan Orang Sirik dan Dengki

Diungkapkannya bahwa Duta Baca Indonesia tidak hanya satu, tidak hanya dirinya. Melainkan banyak orang di berbagai daerah.

“Lebih banyak duta di pelosok-pelosok. Tantangan untuk memasyarakatkan minat baca harus ada di setiap orang, ini bukan program, ini gerakan!” ujar Najwa bersemangat.

Ia memandang saat ini minat baca di daerah dan kota sangat berbeda.

Di daerah, imbuhnya, minat baca justru tinggi, khususnya pada anak-anak, maka baginya cukup mengherankan jika hasil survei dari Central Connecticut State University in New Britain, menyebutkan Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved