Tragedi Kemanusiaan Rohingya

PMI : Indonesia akan Bangun Rumah Sakit di Myanmar

Pembangunan rumah sakit itu dilakukan sebagai bentuk bantuan kesehatan jangka panjang bagi kelompok masyarakat terpinggirkan Rohingya di Myanmar

TRIBUNNEWS.COM/Kolonel Inf Bedali Harefa
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mendampingi Presiden RI Ir. Joko Widodo melepas keberangkatan 4 (empat) Pesawat Hercules C-130 ke Bangladesh dalam rangka bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (13/9/2017). Adapun bantuan yang dikirimkan diantaranya makanan siap saji, beras, gula, tenda, selimut, family kid, dan lain-lain. TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI/Kolonel Inf Bedali Harefa 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rumah sakit seluas 4000 meter persegi akan dibangun pemerintah Indonesia di Rohingya, Myanmar.

Pembangunan rumah sakit itu dilakukan sebagai bentuk bantuan kesehatan jangka panjang bagi kelompok masyarakat terpinggirkan Rohingya di Myanmar.

Pelaksana Harian Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Ginandjar Kartasasmita mengatakan Indonesia sudah menyelesaikan segala persyaratan antarnegara dengan Myanmar untuk mendapat izin pembangunan rumah sakit bagi kelompok Rohingya.

"Bantuan kemanusiaan ini, sepenuhnya menjadi kegiatan masyarakat Indonesia dengan melibatkan sejumlah organisasi seperti Walubi, PMI dan MER-C dan banyak lainnya," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat PMI Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Ginandjar mengatakan hampir semua persiapan pembangunan rumah sakit sudah selesai, dari perizinan, desain konstruksi, maupun dana.

"Pak Jusuf Kalla juga mendukung penuh pembangunan rumah sakit ini, khususnya dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum PMI," tambahnya.

Pembangunan rumah sakit diperkirakan menghabiskan dana sebesar 1,9 juta US Dollar.

Sebanyak 1 juta dolar US Dollar disediakan oleh Walubi.

Sementara itu Presidium MER-C, dr Sarbini Abdul Murad mengungkapkan pembangunan rumah sakit ini merupakan proyek yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia, bekerjasama dengam sejumlah organisasi.

"Proyek pembangunan rumah sakit Indonesia di Negara Bagian Rakhine ini sudah dimulai Mei lalu, persis di sebelah rumah sakit lama yang kondisinya sudah rusak," katanya.

Sarbini menegaskan segala persiapan pembangunan sudah selesai termasuk izin dari pemerintah pusat Myanmar dan otoritas daerah di Rakhine.

"Kita akan bangun di atas lahan seluas 4.000 meter persegi, dengan anggaran 1,9 juta dolar AS," ujarnya.

MER-C akan menyediakan tenaga medis di rumah sakit untuk jangka pendek, sambil memberikan pembelajaran kepada tenaga media setempat.

Sedangkan Ketua bidang Pemuda Walubi, Paulus menyebutkan Walubi siap memberikan bantuan kemanusiaan kepada kelompok Rohingya.

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved