BLBI

Untuk Ketiga Kalinya, KPK Periksa Syafruddin Arsjad Tumenggung

"SAT kami panggil untuk diperiksa sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Untuk Ketiga Kalinya, KPK Periksa Syafruddin Arsjad Tumenggung
KOMPAS IMAGES
Mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsjad Tumenggung 

LAPORAN WARTAWAN TRIBUNNEWS.COM, THERESIA FELISIANI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsjad Tumenggung (SAT) hari ini, Senin (30/10/2017) dipanggil KPK.

Oleh penyidik, Syafruddin dipanggil atas statusnya sebagai tersangka di kasus dugaan suap penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terhadap Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) milik Sjamsul Nursalim‎.

"SAT kami panggil untuk diperiksa sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Febri mengatakan panggilan ini merupakan panggilan ketiga Syafruddin diperiksa sebagai tersangka.

Perdana, ‎Syafruddin diperiksa sebagai tersangka pada Rabu (3/5/2017), lanjut pemeriksaan kedua diagendakan pada Jumat (13/10/2017) namun ‎Syafruddin tidak memenuhi panggilan.

Akhirnya dilakukan penjadwalan ulang pada Senin (23/10/2017) kemarin, dari serangkaian pemeriksaan itu, hingga kini penyidik belum menahan Syafruddin..

"Pemeriksaan pada Senin kemarin terkait dengan tugas dan kewenangan ketika menjadi Kepala BPPN, sama dengan pemeriksaan sebelumnya.

Yang didalami dari penyidik di antaranya alur proses sampai dengan SKL diterbitkan untuk salah satu obligor," terang Febri.

Selanjutnya penyidik membandingkan BPPN kala kepemimpinan Syafruddin dengan BPPN dalam kepemimpinan sebelumnya.‎ Seluruhnya akan diuraikan satu per satu oleh penyidik.

Halaman
12
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved