Minggu, 12 April 2026

Bank Sampah: Solusi Cerdas Wujudkan Indonesia Bersih Bebas Dari Sampah

Masalah lingkungan masih menjadi persoalan utama yang harus dihadapi oleh ibukota Indonesia, Jakarta.

Editor: Content Writer
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Seorang warga menyerahkan sampah rumah tangga kepada petugas dan ditukar dengan sembako pada Sosialisasi Bank Sampah di RW 05, Jalan Cihampelas, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Selasa (17/1/2017). TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Sebagai ibukota Indonesia, Jakarta memiliki banyak permasalahan yang sampai saat ini masih belum terselesaikan. Satu diantaranya adalah masalah lingkungan, terutama upaya mengurangi banyaknya sampah yang berserakan tidak pada tempatnya.

Pemerintah pun memulai Gerakan Nasional Revolusi Mental yang diprakasai oleh Presiden Jokowi. Penerapannya sendiri dilakukan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dalam mewujudkan visinya yakni menciptakan Indonesia Bersih.

Tujuan dari penanaman nilai Revolusi Mental ini adalah mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar turut serta menciptakan Indonesia yang lebih baik, seperti salah satu upayanya yakni menciptakan Indonesia Bersih dengan mengurangi sampah di Jakarta.

Wujud nyata upaya tersebut adalah menciptakan Bank Sampah. Gagasan yang diadopsi oleh Yayasan Unilever Indonesia sejak tahun 2008 itu kini telah melahirkan 2.237 Bank Sampah di seluruh Indonesia.

Berkat gerakan tersebut, jumlah sampah ke Tempat Pembuangan Akhir pada tahun 2017 berkurang 4.787 ton. Di Jakarta sendiri, total ada 290 Bank Sampah dengan total sampah yang dikelola sebesar 582 ton pada 2017.

Menurut Head of Environment and Sustainability Yayasan Unilever Indonesia Maya Tamimi, dibutuhkan upaya berkesinambungan dalam mengelola sampah yang melibatkan seluruh pihak. Unilever sendiri kedepannya akan terus berupaya untuk menekan produksi sampah yang tidak bisa didaur ulang.

“Sampah plastik masih menjadi masalah utama. Komitmen kami semua hasil produksi plastik dari produk kami (Unilever) sebelum 2025 akan bisa didaur ulang,” kata Maya.

Tak hanya itu, demi memberikan apresiasi kepada masyarakat dan pengelola bank sampah se-Jabodetabek yang telah membantu pemiliharaan lingkungan, Unilever Indonesia menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menggelar program Apresiasi “Jakarta Green and Clean 2017” yang dilakukan pada 18 kota di Indonesia.

“Pengelolaan sampah adalah kegiatan wajib, di pemerintahan kami dari DLH diwajibkan menurunkan volume sampah yang akan diolah TPA Bantargerbang untuk DKI,” ujar Sekretaris DLH Provinsi DKI Yusiono A supalaldi.

Bahkan menurut Yusiono bank sampah sangat berpengaruh untuk mengurangi timbunan sampah.

“Mereka (bank sampah) ini penting dan berperan langsung dalam memberikan efek pengurangan sampah,” ungkap Yusiono. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved