Minggu, 19 April 2026

Pimpinan DPR Minta OJK dan Polri Serius Ungkap Kasus Lenyapnya Dana Nasabah BRI

Bamsoet mengatakan pula, BRI sebaiknya segera berkoordinasi dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Editor: Johnson Simanjuntak
Surya/Mohammad Romadoni
Nasabah bank yang saldo rekeningnya berkurang secara misterius 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Polri menyelidiki kasus lenyapnya dana di rekening puluhan nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kediri, Jawa Timur.

Bamsoet demikian sapaannya, juga mendorong Polri mencari motif dan mengusut tuntas kasus hilangnya uang milik sejumlah nasabah BRI sekaligus menindak pihak-pihak yang terbukti terlibat.

Bila perlu, kata Bamsoet, Badan Intelijen Negara menggandeng Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) dan Interpol jika pelakunya ternyata ada di luar negeri.

“Gandeng FBI dan Interpol untuk mengungkap jaringan luar negeri yang diduga melakukan pencurian informasi kartu kredit atau debit melalui skimming,” cetus mantan Ketua Komisi III DPR RI dalam menjawab sejumlah isu teraktual kepada wartawan, Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Mantan ketua Komisi Hukum DPR itu juga mengharapkan dana nasabah yang hilang bisa diganti.

Bamsoet mengatakan pula, BRI sebaiknya segera berkoordinasi dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Agar nasabah yang memiliki dana di bank dijamin ganti rugi atas kehilangan uangnya di rekening,” ucapnya.

Legislator yang juga pengusaha itu lantas merujuk Peraturan OJK Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan dan regulasi Bank Indonesia.

Menurutnya, regulasi dari OJK dan BI menuntut perbankan memberikan perlindungan secara maksimal kepada warga negara Indonesia yang melakukan transaksi di dalam maupun di luar negeri.

“Perbankan juga harus mengedukasi nasabahnya dan menyosialisasikan pentingnya mengganti PIN (personal identification number, red) ATM dalam kurun waktu tertentu guna mencegah adanya penyadapan data yang dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Sebelumnya Kantor Cabang BRI Kediri diharapkan segera berkoordinasi dengan kantor pusat BRI di Jakarta dalam penanganan hilangnya uang nasabah.

Dari upaya itu, diharapkan kasusnya segera dapat diselesaikan dengan sigap.

"Segera dilakukan investigasi sehingga dapat diketahui dengan pasti pembobolan ini modusnya seperti apa ? Oknum pelakunya siapa ?," ungkap Slamet Wibowo, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Rabu (14/3/2018).

Selain itu Slamet juga mengingatkan pihak BRI untuk lebih intens berkoordinasi dengan OJK dan Bank Indonesia (BI).

"Koordinasi ini untuk menenangkan masyarakat agar supaya masyarakat lebih tenang, tidak
terpengaruh berita simpang siur yang tidak jelas," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved