Minggu, 12 April 2026

Pilpres 2019

PAN Pertimbangkan Usulan Rizieq Shihab Bentuk Koalisi

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas imbauan dan perhatian HRS terhadap PAN dan tiga partai lain."

dok. DPR RI
Saleh Partaonan Daulay. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) mempertimbangkan usulan Imam besar FPI, Rizieq Shihab, membentuk koalisi empat partai untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Empat partai 'poros umat', yaitu, PKS, PAN, Partai Gerindra, dan PBB.

Baca: Gagal Curi Poin, Pelatih Persija Katakan Ini

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PAN, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan usulan itu menjadi bahan ditindaklanjuti sebagai sarana membentuk koalisi mengusung calon presiden-wakil presiden di Pemilu 2019.

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas imbauan dan perhatian HRS terhadap PAN dan tiga partai lain. Tentu imbauan dan perhatian itu referensi penting untuk ditindaklanjuti. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menindaklanjuti hal itu," tutur Saleh, Jumat (23/3/2018).

Dia menjelaskan, setidaknya ada empat cara untuk menindaklanjuti usulan itu. Menurut dia, pertama mendorong tokoh-tokoh penting 212 mencalonkan diri menjadi anggota legislatif melalui jalur keempat partai yang disebut HRS.

"PAN tentu sangat membuka diri untuk menerima tokoh-tokoh tersebut. Jika mereka mencalonkan diri secara langsung, maka konsolidasi suara umat akan lebih mudah didapatkan," kata dia.

Kedua, dia menjelaskan, melakukan pertemuan lintas tokoh dan petinggi ormas-ormas Islam untuk mengatur strategi menghimpun suara umat agar tidak tercerai berai. Dalam kesempatan itu, dia menyarankan semua pihak harus membuka diri dan menghindari ego sektoral.

"Artinya, arah dan orientasi politik yang dibangun adalah kesejahteraan umat sebagaimana diinginkan oleh para tokoh dan petinggi ormas-ormas tersebut," sarannya.

Ketiga, lanjut dia, mendorong semua pihak yang ikut dalam aksi umat 212 melakukan kampanye bersama baik formal maupun informal bagi pemenangan keempat partai dimaksud. Tentu kampanye yang dilakukan tidak boleh menyalahi aturan dan ketentuan KPU dan Bawaslu.

Keempat, semua jaringan dan relawan 212 diharapkan dapat mengawal dan mengawasi jalannya pemilukada 2018 dan pileg serta pilpres 2019. Jangan sampai pesta demokrasi tersebut dicederai dengan tindakan menghalkan segala cara untuk meraih kemenangan.

“Saya yakin, jika keempat hal itu dilakukan, harapan HRS untuk menghimpun kekuatan umat Islam bisa berhasil. Tetapi jika masih ada ego sektoral dan target perjuangannya jangka pendek, tentu ada kesulitan tersendiri. Tapi saya yakin ini bisa menjadi momentum kebangkitan umat," tambahnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved