Bisa Jadi Desa Unggulan, Ini Rahasia Desa Majasari
Terletak di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, desa ini berhasil menjadi Desa Terbaik Indonesia 2016.
Berkat Dana Desa yang digalangkan pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), banyak desa yang kini mengalami kemajuan secara signifikan.
Contohnya seperti yang terjadi pada Desa Majasari. Terletak di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, desa berpenduduk 5.489 jiwa ini berhasil menjadi Desa Terbaik Indonesia 2016 lalu.
Pada APBDes TA 2017 lalu, Desa Majasari menggaanggarkan sebesar Rp 1,77 miliar yang Rp 798 jutanya digunakan untuk Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa.
Dibalik kesuksesannya ada beberapa hal yang menjadikan desa ini patut menjadi teladan bagi desa lainnya. Hal itu diantaranya:
Unggul dalam Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan, dan Kewilayahan
Desa Majasari dianggap sebagai desa yang memiliki keunggulan lengkap sebeb memiliki lembaga-lembaga desa seperti BPD, LPMD, dan Kelembagaan Pokmas.
Memiliki Perdes TKI
Desa Majasari merupakan salah satu desa di Indonesia yang memiliki peraturan desa tentang perlindungan TKI/TKW. Setiap warga yang akan bekerja ke luar negeri harus menandatangi kesempatan antara keluarga yang ditinggalkan, Penyalur tenaga kerja dan kepala desa.
Sehingga kedepannya bisa tidak ada permasalahan yang timbul baik saat keberangkatan, di tempat bekerja hingga pada saat kembali ke tanah air. Para TKI yang ada juga diharapkan bisa menjaga nama baik desa, kabupaten hingga negara di negeri orang.
Memiliki Rumah Edukasi TKI
Di rumah edukasi ini tersedia pendidikan dan keterampilan bagi calon TKI dan sekolah khusus bagi anak-anak TKI.
Selain itu, konsep pembangunan infrastruktur desa ini juga maju berkat partisipasi masyarakat desa yang aktif termasuk tenaga kerja yang berada di negara lain.
Mereka yang sudah tidak bekerja lagi di luar negeri dan kembali ke Desa Majasari kemudian membentuk kelompok usaha bersama Komunitas TKI Purna Mandiri dan TKI Purna Sejati yang kini sudah memiliki mobil untuk untuk kegiatan usaha dan sosial.
Mampu Menurunkan Angka Kemiskinan
Pada tahun 1983 desa Majasari merupakan desa IDT (Inpres Desa Tertinggal) karena angka kemiskinannya berada pada angka 40 persen. Tetapi kini desa Majasari berhasil menurunkan tingkat kemiskinannya di desanya pada angka 8,24 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/desa-majasari_20180328_160812.jpg)