Pilpres 2019
Sisa Usia Pemerintahan Jadi Masa Krusial Jokowi
Mereka mengumumkan bahwa kabinet akan diisi oleh 34 kementerian. Tiga setengah tahun pemerintahan
Sekalipun secara keseluruhan separuh bagian responden menyatakan rasa puas terhadap kinerja perekonomian, akan tetapi beberapa persoalan yang berkaitan langsung dengan kehidupan ekonomi masyarakat lebih banyak disikapi dengan ketidakpuasan.
Problem harga barang kebutuhan pokok dan ketersediaan lapangan kerja menjadi yang terbesar.
Dalam permasalahan ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok, misalnya, hanya 42,1 persen yang menyatakan rasa puas mereka.
Bahkan, dalam persoalan lapangan kerja, hanya 39,8 persen yang memberikan apresiasi positif.
Apresiasi yang tergambarkan pada setiap bidang persoalan tersebut terlihat semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Setidaknya, kurun waktu tiga tahun terakhir, peningkatan positif berlangsung dan sebaliknya tren ketidakpuasan cenderung menurun.
Mengkaji tren penilaian publik terhadap Jokowi tergolong menarik. Beberapa presiden sebelumnya, tidak berjalan dengan pola yang demikian.
Biasanya, pola penilaian publik berjalan sangat fluktuatif, sejalan dengan dinamika kebijakan yang diterapkan oleh masing-masing presiden.
Grafik yang tergambarkan, jika pada awal jalannya pemerintahan sebagian besar publik cenderung memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja presiden. Beberapa bulan kemudian, sebaliknya yang terjadi, cenderung menurun.
Tingkat kepuasan mulai tergantikan oleh peningkatan rasa ketidakpuasan. Akan tetapi, hingga satu tahun jelang berakhirnya pemerintahan, apreasiasi publik kembali terjadi.
Dua periode pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014), misalnya, berjalan dengan pola semacam itu. Pada awal periode pertama pemerintahan Yudhoyono, lebih dari tiga perempat bagian responden menyatakan puas terhadap kinerjanya.
Akan tetapi, selepas itu terjadi penurunan apresiasi. Hingga tiga setengah tahun usia pemerintahan, kepuasan publik anjlok hingga di bawah 50 persen.
Namun, setahun menjelang berakhirnya kekuasaan periode pertamanya, apresiasi publik meningkat secara konsisten, yang selanjutnya mengantarkan Yudhoyono kembali menjadi presiden.
Kondisi demikian mirip terjadi pada periode kedua pemerintahannya, hingga saat berakhir jabatan kepresidennya (2014), sedikitnya dua pertiga bagian responden menyatakan rasa puas terhadap kinerja Presiden Yudhoyono.
Dengan capaian tren positif selama ini yang sekaligus membedakan dengan capaian kinerja presiden sebelumnya, apakah dapat dipastikan langkah Jokowi semakin ringan hingga ia mengakhiri lima tahun masa tugas kepresidenannya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jokowi-di-iims-2018_20180419_111841.jpg)