Selasa, 28 April 2026

Pilpres 2019

Pengamat: Tawarkan Diri Kemana-mana Bukti Cak Imin Tak Dapat Sinyal Jokowi

Namun dalam kesempatan lain ia menyebut juga ingin berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) didampingi Sekjen PKB Abdul Kadir Karding dan Sekjen NasDem Johnny G Plate, di Kantor DPP NasDem, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Muhaimin Iskandar telah menyatakan dirinya sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) walaupun belum ada Bakal Capres yang akan menggandengnya.

Dalam berbagai kesempatan ia mengatakan ingin berpasangan dengan Joko Widodo dengan adanya Deklarasi JOIN (Jokowi Imin).

Namun dalam kesempatan lain ia menyebut juga ingin berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Menurut Pengamat Politik dari Charta Politica, Muslimin, upaya Muhaimin menawarkan diri kepada beberapa bakal Capres ini menunjukkan belum adanya sinyal yang diberikan Jokowi untuk menggandenganya.

“Sehingga ia mencoba untuk menyebut bisa berpaling ke calon lain dan berupaya untuk memberikan bargaining kepada Jokowi agar segera untuk melamarnya,” ujar Muslimin.

Baca: Hidayat Semakin Yakin Kader PKS Jadi Cawapres Prabowo

Jika itu memang merupakan upata bargaining Muhaimin ke Jokowi menurut Muslimin tidak tepat.

Karena dari sisi jumlah kursi untuk pencalonan, Jokowi sudah bisa maju tanpa ada dukungan PKB. Apalagi masih banyak ketua umum partai lain yang bisa bersaing dengan Muhaimin.

“Ada Romahurmuziy dari PPP dan Airlangga Hartanto dari Golkar yang juga memungkinkan untuk digandeng oleh Jokowi. Golkar secara jumlah kursi jauh lebih besar disbanding PKB, sementara PPP lebih dahulu mendukung Jokowi disbanding PKB,” tambah Muslimin.

Dibanding kepada Jokowi, bergaining Muhaimin sebenarnya lebih tepat untuk Prabowo.

Karena secara kursi Gerindra tidak cukup untuk mengusung Prabowo tanpa berkoalisi dengan partai lain.

Memang ada PKS, namun Gerindra dan PKS secara resmi belum mendeklarasikan diri untuk mengusung Prabowo.

Muslimin menambahkan, Muhaimin berpotensi untuk menawarkan dirinya kepada Bakal Capres selain Jokowi dan Prabowo, karena ambisi menjadi Cawapres sudah harga mati bagi ketua PKB ini.

Ambisi ini secara etika politik tidak bagus dan tidak etis.

“Bahkan Muhaimin mungkin saja tidak hanya menanawarkan diri ke Jokowi dan Prabowo. Jika ada tokoh lain yang berpotensi menjadi Capres ia juga akan menawarkan dirinya,” jelas alumni Pasca Sarjana Universitas Indonesia jurusan Komunikasi Politik ini.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved