Selasa, 14 April 2026

Pilpres 2019

Gerindra-PKS Terancam Pecah Kongsi Jika Resmi Berkoalisi dengan Demokrat

Partai Demokrat dan Partai Gerindra memang belum secara resmi berkoalisi meski kedua pucuk pimpinan SBY dan Prabowo Subianto melakukan pertemuan

Warta Kota/henry lopulalan
KOMINIKASI POLITIK-----Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebelum melakukan pertemuan tertutup di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi politik yang dibangun Partai Demokrat dan Gerindra jelang Pilpres 2019 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrat dan Partai Gerindra memang belum secara resmi berkoalisi meski kedua pucuk pimpinan SBY dan Prabowo Subianto melakukan pertemuan kemarin malam.

Namun apabila nanti Partai Demokrat dan Gerindra resmi berkoalisi diprediksi sembilan nama cawapres yang disodorkan PKS bisa gagal dan berujung pecah kongsi.

Baca: Lagi, Sandiaga Uno Dilaporkan ke Polisi Dalam Kasus Dugaan Pencucian Uang, : Lu Lagi Lu Lagi

"Peluang keduanya 50-50 untuk berkoalisi, jika keduanya berafiliasi politik maka 9 cawapres PKS bisa gagal. Dan ini bisa pecah kongsi," ujar Pengamat Politik Indonesian Public Institute, Jerry Massie dalam pernyataannya kepada Tribunnews, Rabu(25/7/2018). Apalagi lanjut Jerry, pidato Prabowo seolah memberi sinyal terkait AHY mewakili pemilih pemula di bawah 40 tahun cukup signifikan.

"Saya melihat politik bersayap dan dua kaki SBY masih kentara. Barangkali dia berpikir pertemuan 6 partai koalisi Jokowi akan mengumumkan cawapresnya dengan demikian dia dan Prabowo mau tidak mau akan membicarakan soal AHY menjadi pendamping Prabowo,"ujar Jerry. SBY lanjut Jerry memang memiliki gaya berpolitik in time bukan on serta mengedepankan rasionalitas.

Gaya bahasanya bisa saja ada transfer politik nantinya yang punya kans cukup besar. Memang lanjut Jerrie kini SBY juga sedang menunggu dan memantau siapa cawapres Jokowi baru making decision. "SBY juga tak mau gegabah dan ojo kesusu menentukan sikap,"ujar Jerry. "Kedua koalisi juga tarik ulur dalam mengumumkan cawapres masing-masing. Bahkan mereka masih melihat chance and opportunity. Jika yang satu sudah umumkan maka otomatis koalisi Prabowo akan mengumumkan,"tutup Jerry.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved