Berita Viral
6 Poin Pernyataan Jusuf Kalla di Masjid UGM yang Disorot: Bicara Perdamaian, Singgung Konflik Agama
Ceramah Jusuf Kalla di Masjid Universitas Gadjah Mada memicu polemik setelah viral di media sosial. Juru Bicara beri penjelasan.
Ringkasan Berita:
- JK menegaskan perdamaian adalah amal lebih tinggi dari salat dan puasa.
- Ia menyebut ketidakadilan sebagai akar utama konflik di Indonesia.
- Pernyataan lengkap soal “mati syahid” dalam konflik agama menjadi sumber polemik publik.
TRIBUNNEWS.COM - Mantan Wakil Presiden RI periode 2004–2009 dan 2014–2019, Jusuf Kalla, memberikan ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) bertajuk 'Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar'.
Ceramah tersebut menjadi sorotan setelah potongan videonya viral di media sosial.
Dalam narasi yang beredar, JK dituduh menistakan ajaran Kekristenan.
Polemik ini muncul terutama dari bagian ceramahnya yang membahas konflik Poso dan Ambon serta penggunaan istilah 'mati syahid' oleh pihak-pihak yang bertikai.
Berikut lima poin lengkap pernyataan Jusuf Kalla, termasuk bagian yang memicu polemik, disampaikan secara utuh:
1. Tentang Pendamaian
Baca juga: Ketua Umum Gekira Imbau Publik Bijak Merespons Video Jusuf Kalla
"Saya diminta berbicara tentang pendamaian. Ada hadist Rasulullah yang intinya begini. Rasul bertemu dengan para sahabatnya dan Rasulullah bertanya:
'Apakah ada di antara Anda mengetahui apa amal yang lebih baik daripada salat dan puasa?'
Sahabat berjawab, 'Tidak tahu Rasulullah.'
Rasulullah berkata,
'Tindakan atau upaya yang amalnya lebih tinggi daripada salat dan puasa adalah orang yang mendamaikan orang yang berselisih.
Jadi mendamaikan orang dalam hal ini (berselisih) tentu mempunyai amal yang tinggi.
Karena itu kenapa Rasulullah artinya perdamaian itu hal yang sangat penting,
Itulah pandangan tentang pedamaian dari Rasulullah," ujar Jusuf Kalla, mengutip YouTube Masjid Kampus UGM.
2. Hubungan Perdamaian dan Konflik
JK mengatakan konflik adalah akhir daripada perdamaian.
Jadi, lanjut JK kalau bicara perdamaian tentu harus berbicara sebabnya yaitu upaya untuk menghentikan konflik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ketua-Umum-Palang-Merah-Indonesia-Jusuf-Kalla-menghendaki-pasukan-TNI.jpg)