Kamis, 9 April 2026

Pilpres 2019

Bursa Cawapres Jokowi, LSI Denny JA: Elektabilitas Airlangga Tertinggi

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei tentang Empat Isu Partai Politik dan Ketua Umum : Sebelum dan Sesudah Pilkada.

Tribunnews/JEPRIMA
Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network Denny JA Rully Akbar saat merilis hasil survey yang bertema Empat Isu Partai dan Ketua Umum Sebelum dan Sesudah Pilkada di Gedung LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (25/7/2018). LSI Denny JA memprediksi enam partai politik tak akan lolos Partai tersebut, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan 0,6 persen, Garuda 0,4 persen, Hanura 0,2 persen, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Berkarya masing-masing 0,1 persen. Survei ini dilakukan dalam kurun waktu 29 Juni-5 Juli dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden dalam survei ini sebanyak 1.200 orang dan margin of error sebesar 2,9 persen. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei tentang Empat Isu Partai Politik dan Ketua Umum : Sebelum dan Sesudah Pilkada.

Salah satu isu yang dibahas adalah Apakah ada perubahan posisi ketua umum partai di mata publik?

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar mengungkapkan tak ada perubahan dari sisi elektabilitas partai.

Baca: Keakraban Jokowi dan Maruf Amin di Acara Peletakan Batu Pertama Menara MUI

Namun terjadi perubahan dari sisi status politik ketua umum partai. Di partai-partai kubu Jokowi, tiga ketum partai ini yang naik statusnya. Ketiga nama ketua umum tersebut adalah Airlangga Hartarto (Ketum Umum partai Golkar), Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB), dan Romahurmuziy (Ketua Umum PPP).

"Dari ketiga tokoh tersebut, Airlangga Hartarto yang meroket dilihat dari lonjakan sisi pengenalan, kesukaan, dan citra untuk strong government," kata Rully di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Rabu (25/7/2018) kemarin.

Namun jika dibandingkan dengan ketua umum partai politik kubu Jokowi, popularitas Airlangga memang masih kalah dari Megawati (95.7%) maupun Surya Paloh (62.1%). Namun popularitas Airlangga melonjak signifikan sejak Januari 2018.

Rully menjabarkan Airlangga meroket dari sisi keterkenalan dan citra untuk penguatan pemerintah.

"Pada Januari 2018, popularitas Airlangga hanya 15,4 persen. Pada Mei 2018 mengalami kenaikan 25,3 persen. Dan saat ini Juli 2018, popularitas Airlangga sebesar 44 persen. Artinya ada kenaikan 18,7 persen dibanding dua bulan lalu," ucap Rully.

Survei digelar pada 29 Juni-5 Juli 2018 dengan metode multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei sebanyak 1.200 responden dan toleransi kesalahan (margin of error) -+ 2,9 persen.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved