Kamis, 8 Januari 2026

600 Ulama Akan Hadiri Zikir dan Doa Bangsa di Istana Merdeka Besok

Majelis Dzikir milik Nahdatul Ulama (NU) atau Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) akan menggelar zikir dan doa bangsa di Istana Merdeka

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Konferensi pers Majelis Dzikir milik Nahdatul Ulama (NU) atau Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) di Kantor PB MDHW, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis Dzikir milik Nahdatul Ulama (NU) atau Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) akan menggelar zikir dan doa bangsa di Istana Merdeka, Rabu (1/8/2018).

Disampaikan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) MDHW Hery Haryanto Azumi mengatakan persiapan acara zikir dan doa untuk bangsa sudah hampir 100 persen.

Ia mengatakan acara tersebut akan diikuti 600 ulama, kiai, pimpinan pondok pesantren, pimpinan ormas Islam, habib seluruh Indonesia, serta 2.000 jemaah dari berbagai majelis taklim dan majelis zikir se-Jabodetabek.

Baca: Petinggi PAN, PKS, dan Gerindra Gelar Pertemuan di Rumah Pengusaha Bahas Pilpres

"Persiapan sudah hampir final, sudah hampir 100 persen. Jadi semua elemen bangsa akan berkumpul pada zikir dan doa untuk bangsa tersebut. Semoga semuanya berjalan lancar,” ujar Hery saat konferensi pers di Kantor PB MDHW, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2018) malam.

Disebutkan Hery, dzikir kali kedua di Istana Merdeka ini akan dihadiri Presiden dan Wakil Presiden, menteri Kabinet Kerja, pimpinan parpol, dan tamu undangan.

Baca: Jokowi Jamu Sekjen Partai Politik Pendukung Makan Malam di Grand Garden Resto

"Saya yakin Pak Jokowi yang sangat cinta ulama akan mempertahankan dzikir setiap tahun," kata Hery.

Rencananya acara akan pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon, KH Mustofa Said mengatakan kegiatan dzikir dan doa bersama bertujuan untuk menciptakan kedamaian dan keamanan serta kesejahteraan bangsa.

Baca: Ketika Prabowo Merogoh Kantong Bajunya Saat Ditanya Soal Nama Calon Wakil Presiden

"Ketika itu, bapak Presiden langsung mengagendakan untuk dzikir 1 agustus di Istana. Saya rasa baru kali ini ada dzikir di istana, untuk menciptakan kemanan dan kesejahtraan bangsa bersama ulama. Kenapa ulama, karena isu yang saat ini dibangun adalah isu agama. Makanya kita hadir dan berusaha membuat sejuk bangsa," terang Mustofa Said.

Secara terpisah, Pimpinan Pondok Pesantren Asy Syafiiyah Nahdlatul Ulama, Alabio, Kalimantan Selatan, Tuan Guru Mualim KH Abdul Bari, mengapresiasi kegiatan dzikir dan doa untuk bangsa yang akan diselenggarakan.

"Secara peribadi saya mengapresiasi acara tersebut. Itu kan antara ulama dan umaro bersatu. Jika keduanya bersatu insya Allah segala urusan bangsa bisa teratasi,” kata Tuan Guru Mualim KH Abdul Bari, Selasa (31/7/2017).

"Tentu itu juga bisa jadi momentum silaturrahim segala elemen bangsa, khususnya eleman ulama dan umaro,”ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved