Gempa di Sulteng

Kisah Atlet Paralayang Singapura Berjibaku Bertahan Hidup Saat Tsunami Menerjang Palu

"Saya melihat hotel bergoyang seperti agar-agar, ada debu di sekitarnya dan saat itu terjadi, hotel runtuh," tutur Mr Ng

Kisah Atlet Paralayang Singapura Berjibaku Bertahan Hidup Saat Tsunami Menerjang Palu
CHANNEL NEWS ASIA
Ng Kok Choong 

Saat itu mereka menemui seorang gadis kecil dan ibu-ibu terjebak di bawah puing-puing dari hotel.

"Mereka menangis dan kami berlari menghampiri mereka dan mencoba untuk menarik guna membantu mereka keluar. Kami berhasil mengeluarkan gadis kecil, tapi ibunya masih terjebak," kenang Mr Ng, menambahkan bahwa ia bisa melihat tsunami cepat mendekat.

"Temanku membawa gadis kecil itu dan berlari ke arah yang berlawanan dengan tsunami. Ia berlari ke sebuah pohon dengan gadis dan ayah gadis itu," katanya.

Pada waktu itu, ia menggambarkan seluruh situasi sebagai "ketakutan dan keriuhan", dengan angin melolong, gelombang memecah dan bangunan terguncang.

Mr Ng berhasil menemukan tanah tinggi dan ia tinggal di sana sambil menunggu tsunami mereda - yang berlangsung sekitar 30 menit.

Francois
Francois, sahabat Ng, dan gadis kecil yang selamat dari tsunami, Jumat (29/9/2018).

Setelah ia telah memastikan aman, ia turun kembali ke tempat ibu gadis kecil itu. Dia mendengar panggilan minta bantuan dan berteriak-teriak kesakitan ketika sepotong beton menghancurkan pahanya.

"Saya kembali dan tinggal dengan dia karena saya tidak bisa melakukan apa saja untuknya dan saya pikir dia sedang sekarat. Aku hanya mencoba untuk meyakinkan dirinya dan menenangkannya, " tutur Mr Ng.

"Saya mencoba menggerakkan beton itu, tetapi tidak mampu memindahkannya. Dia telah terjebak di sana selama sekitar satu hingga dua jam sampai beberapa penduduk setempat datang untuk membantu. Entah bagaimana kita mampu untuk mengangkat beton dan menarik dia keluar."

Kemudian, dia diarahkan untuk pusat darurat yang didirikan oleh beberapa penduduk setempat, dimana ia kembali bertemu dengan Francois dan gadis kecil itu.

Malam harinya, mereka bersama sekitar 40 warga selamat lainnya beristirahat dengan kasur.

Halaman
1234
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved