Senin, 1 September 2025

Gempa di Sulteng

Korban Gempa di Sirenja Donggala Butuh Tenda dan Selimut

‎"Yang kita minta itu tenda pak karena saat ini satu tenda dipakai untuk enam keluarga. Kita semua tidur tumpuk-tumpukan dan tendanya juga banyak yang

Editor: Adi Suhendi
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Warga Lompio, Sirenja, Donggala, Sulawesi Tengah berkumpul di tenda pengungsian. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DONGGALA - Kecamatan‎ Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah merupakan satu wilayah terdampak gempa.

Pantai di kawasan Sirenja merupakan titik pusat gempa bermagnitudo 7,4 pada Jumat (28/9/2018) yang berdampak terjadinya tsunami dan likuifaksi di wilayah Palu, Donggala dan Sigi.

Baca: Cak Imin Sebut Capres-Cawapres Boleh Silaturahmi ke Pesantren Asal Tidak Kampanye

Kecamatan Sirenja‎ berjarak 89 KM dari Kota Palu dan ditempuh dalam waktu 2,5 jam.

Akses menuju ke Sirenja ini melewati perbukitan berliku dan pesisir Pantai Barat Sulawesi Tengah.

Anak-anak di Kelurahan Lompio
Anak-anak di Kelurahan Lompio terlihat ceria saat mengikuti trauma healing oleh relawan ACT.

Jalan rusak ditemui di beberapa titik menuju Sirenja meski kondisinya tidak separah bila dibandingkan perjalanan menuju ‎Kabupaten Sigi‎.

‎Ketika sudah memasuki Kecamatan Sirenja, rumah-rumah yang rusak akibat diguncang gempa terlihat di kanan dan kiri jalan.

Baca: ACT Sembelih Lima Ekor Sapi untuk Bantu Koban Gempa di Donggala

Satu kelurahan di Kecamatan Sirenja yang terkena dampak gempa adalah Kelurahan Lampio.

Para korban di Kelurahan ini kini berkumpul di Dusun 4.

‎Hal itu karena tempat tersebuti dianggap aman dibanding tiga dusun lainnya yang ada di Kelurahan Lampio.

Sampai saat ini aliran listrik di wilayah tersebut masih terputus.

Deretan tenda pengungsian ‎menjadi tempat tinggal sementara sekitar 1.400 warga dari Kelurahan Lampio.

Baca: Kartika Putri Larang Anak-anaknya Bermain Handphone

Tenda itu berada di area perkebunan ‎kelapa yang memenuhi wilayah tersebut.

Sejumlah ibu-ibu di pengungsian terlihat kompak mengolah daging sapi untuk dimasak di dapur umum yang didirikan lembaga kemanusian Aksi Cepat Tangkap (ACT).

Sementara bapak-bapaknya bertugas menyiapkan kayu bakar untuk memasak.

Halaman
12
Sumber: TribunJakarta
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan