Pilpres 2019
Ibas Bebaskan Kader Demokrat Pilih Capres, Begini Tanggapan Tokoh Demokrat di Jatim
Ibas yang menyatakan bahwa Partai Demokrat tidak akan memberikan sanksi pada kader yang mendukung Jokowi
Editor:
Sugiyarto
"Ini sistem baru yang harus kita sesuaikan juga. Artinya Pilpres dan Pemilu harus dipisahkan. Untuk masyarakat ke bawah tidak mungkin pilpres dan partainya itu pilihannya linier."
"Itu yang harus kita pahami, dari banyak survei juga menampakkan data bahwa pilihan pilpres dan partai itu tidak ada liniernya," tegas Renville.
Argumen itu yang membuat Renville dan Demokrat Jatim sepakat dengan apa yang disapaikan Ibas Yudhoyono.
Dalam Pilpres, suara masyarakat Indonesia terbagi menjadi dua. Sedangkan dalam Pileg terbagi menjadi 16.
Di sini, peran tokoh daerah menurut Renville sangat berpengaruh. Demokrat sendiri memiliki sejumlah tokoh, mulai SBY, AHY, Pakde Karwo, Emil Dardak, semuanya adalah figur yang mewakili Demokrat.
"Kalau bicara Pilpres, mengapa muncul Komunitas Jokowi - Karwo di Jatim, mereka adalah yang di Pilpres memilih Jokowi, namun secara partai memilih Demokrat," tegasnya.
Pada pertengahan bulan November ini, Partai Demokrat Jawa Timur akan mengadakan survei untuk Pileg dan Pilpres. Survei internal itu akan dilihat sampai akhir bulan. Baru setelah itu bisa dilihat pemetaannya.
Sementara itu, M Machmud, politisi Partai Demokrat Surabaya mengaku tidak mau berkomentar soal kebijakan partai tersebut dan ingin fokus di Pileg saja.
"Kalau itu lebih baik yang atasan saja yang berkomentar," kata politisi yang juga duduk di Komisi C DPRD Kota Surabaya ini.