Senin, 27 April 2026

Pilpres 2019

Demokrat Beberkan Alasan SBY Baru Bisa Kampanyekan Prabowo-Sandi Maret 2019

"Tentunya kita mempunyai strategi khusus," ujar Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (19/11/2018).

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUN/ABRAHAM DAVID
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku 10 tahun tahan emosi akibat dicurigai terlibat kasus Bank Century, di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (11/11/2018). Tim investigasi pimpinan sekjen Hinca Pandjaitan terkait pemberitaan Asia Senintel memberikan kesimpulan bahwa hanya fitnah, media asing telah meminta maaf kepada SBY dan rakyat indonesia serta mencabut berita, sama hal nya dengan media yang mengutip berita itu. TRIBUNNEWS/ABRAHAMDAVID 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan bahwa keputusan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) mengkampanyekan Prabowo-Sandi pada Maret 2019 merupakan bagian dari strategi.

"Tentunya kita mempunyai strategi khusus," ujar Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (19/11/2018).

Selain Pilpres, kata Agus, partainya juga ingin sukses pada Pemilu Legislatif.

Baca: Kaget Bertemu Rosa Meldianti di Polda Metro Jaya, Dewi Perssik: Lebih Baik Saya Redam Emosi

Sehingga menurutnya harus ada strategi yang tepat sehingga baik Pilpres maupun Pileg dapat berhasil.

"Kita ketahui bahwa sekali lagi partai Demokrat menginginkan supaya sukses Pileg maupun sukses di Pilres, sehingga semua teori dan hal yang dilaksanakan itu tentunya kita harus terjun pada dua permasalahan atau dua tujuan kita itu," katanya.

Baca: Maret 2019, SBY Akan Kampanyekan Prabowo-Sandiaga

Menurut Agus, bukan hanya Demokrat tetapi partai lain pun saat ini akan lebih fokus pada Pemilu Legislatif.

Karena Pileg dan Pilpres berjalan serentak.

"Semua partai politik pasti sekarang ini lebih tertuju juga kepada Pileg dan Pilpres tentunya tetapi mungkin karena ini kalau kita ingin menang di Pilpres tentu Pileg kita harus kuat karena di DPR kita harus banyak anggota dewan supaya presiden yang kita dukung memiliki kekuatan politik yang cukup tinggi," pungkasnya. 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved