Pasutri Lansia yang Anaknya "Down Syndrome" Kini Punya Rumah Baru dari Donasi Pembaca Kompas.com
Rumah ini merupakan hasil penggalangan dana para pembaca setia Kompas.com lewat situs Kitabisa.com
Keduanya berharap Wahyu tetap bisa mandiri di balik kekurangannya. Karenanya, mereka memperjuangkan pendidikan bagi Wahyu.
Ketiganya berboncengan naik sebuah “sepeda onthel” menuju SLB yang berjarak 10 kilometer. Mereka harus menempuh perjalanan dari hutan ke kota pergi pulang setiap hari sekolah.
Hernowo mengendalikan kemudi sepeda bututnya, Kamilah dan Wahyu di belakang. Seperti inilah rutinitas Hernowo membawa Wahyu bersekolah. Hernowo yang setengah tuli sejak lahir tidak menyerah menyekolahkan anaknya yang down syndrome. Di usia senja mereka, ia mengharapkan Wahyu bisa cepat mandiri.
Pembaca Kompas.com tergugah membaca kisah ini. Mereka pun menggalang dana lewat Kitabisa.com. Uang terkumpul lebih dari Rp 200 juta dalam tempo kurang dari 1 minggu.
Sebanyak Rp 120 juta dipakai untuk membangun rumah baru. Sisanya, untuk pemberdayaan rumah tangga Hernowo dan pendidikan Wahyu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kompas-261218-1.jpg)