Breaking News:

Dipecat Sepihak karena Beda Pilihan Politik, Nurullita Mengadu Ke Kemenaker

Rizki menilai menilai perbuatan perusahaan itu melanggar kebebasan berpendapat yang diatur oleh Undang-Undang.

artistswhothrive.com
Ilustrasi dipecat 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nurullita (40), seorang pekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang ekspor-impor, mengaku dipecat oleh pimpinannya karena berbeda pilihan politik.

Ia pun datang ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk melaporkan kejadian tersebut.

Pantauan Tribunnews.com, Nurullita tiba di Gedung Kemenaker, Jakarta Selatan sekira pukul 11.45 WIB.

Ia datang didampingi oleh kuasa hukum dan beberapa relawan dari Habaib Relasi Jokowi (Harjo).

Setelah kurang lebih satu jam mengadu, Nurullita dan kuasa hukumnya keluar dari Gedung Kemenaker dan memberikan keterangannya.

"Kami mendampingi ibu Lita yang mana ibu Lita ini menjadi korban perusahaannya karena hanya perbedaan pandangan politik, yaitu pemutusan hubungan kerja secara sepihak," ujar kuasa hukum Nurulita, Muhammad Rizki di Gedung Kemenaker, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019).

Rizki menilai menilai perbuatan perusahaan itu melanggar kebebasan berpendapat yang diatur oleh Undang-Undang.

Untuk itu, dia beserta relawan dari Harjo bersedia  mendampingi Nurullita.

"Yang paling penting Pasal 153 Ayat 1 yang mana perusahaan tidak boleh melakukan pemutusan hubungan kerja secara sepihak hanya karena perbedaan pandangan politik," terang Rizki.

Sementara itu, Ketum Harjo yang turut mendampingi Nurullita, Habib Salim Sholahuddin Jindan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Baca: Tanggapi Survei Litbang Kompas, Sekjen Gerindra Sebut Berhimpitan dengan PDIP

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved