Breaking News:

Pemilu 2019

Kerja Keras Siang dan Malam, Komisioner KPU Terpaksa Tidur di Kantor

Kerja ekstra keras harus terus dilakukan karena KPU RI cuma punya waktu selama 35 hari terhitung sejak 17 April hingga 22 Mei 2019.

Tribunnews/JEPRIMA
Ketua KPU Arief Budiman didampingi para Komisioner KPU Hasyim Asyari, Pramono Ubaid Tanthowi, Ilham Saputra, Wahyu Setiawan dan Evi Novida Ginting Manik saat merilis 49 caleg berstatus mantan narapidana Korupsi pada pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019). Sebanyak 49 Caleg berstatus mantan narapidana korupsi kembali mencalonkan diri pada pemilu 2019 terdiri dari calon anggota DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilu 2019 sudah memasuki tahap rekapitulasi suara secara berjenjang.

Kerja ekstra keras harus terus dilakukan karena KPU RI cuma punya waktu selama 35 hari terhitung sejak 17 April hingga 22 Mei 2019.

Karena kesibukannya itu, tak sedikit dari mereka yang tidur dan menginap di kantor.

Mereka juga tidak punya banyak waktu untuk berleha-leha apalagi pulang ke rumah.

"Kami nggak hanya bekerja, bahkan kami menginap di kantor. Beberapa teman komisioner juga kadang tidur di kantor," cerita Komisioner KPU RI Pramono Ubaid kepada Tribunnews.com, Jumat (19/4/2019).

Baca: KPU: Tugas Penyelenggara Pemilu Berat, Banyak Masyarakat Nggak Tahu

Untuk memejamkan mata dan beristirahat sejenak dari kesibukannya, mereka harus mencuri-curi waktu.

Walaupun tidak banyak, tapi tidur sebentar agar tenaga kembali pulih sudah mereka syukuri.

"Kalau lagi ada waktu senggang ya sempat-sempatkan merem sebentar. Kalau lagi di pesawat misalnya, saat berangkat, saya tidur," kata dia sambil tertawa.

Baca: KPU Tetap Bekerja di Hari Libur

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPU RI Ilham Saputra mengakui bahwa tugas para penyelenggara Pemilu begitu berat.

Mereka juga dituntut untuk menjalankan pekerjaannya secara maksimal.

Ilham mewakili KPU RI mengapresiasi para penyelenggara Pemilu baik itu petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun jajaran petugas KPU yang rela berkorban demi menjalankan amanat mengawal Pemilu bersih, jujur, dan adil.

Baca: Meski Survei Unggul, Pengamat Ini Pernah Ingatkan Jokowi Hati-hati, Jangan Terpeleset di Ujung Jalan

Dirinya pun tahu ada beberapa dari petugas KPPS yang terkena penyakit, bahkan hingga meninggal dunia.

Mereka kelelahan karena bekerja dari dini hari mempersiapkan penyelenggaraan pemungutan suara, dan tak berhenti hingga dini hari pada hari berikutnya, lantaran masih harus menyelesaikan rekapitulasi suara di TPS-nya masing-masing.

"Ada. Ada kecapekan ada serangan jantung. Ini masyarakat nggak banyak tahu bahwa pekerjaan penyelenggara Pemilu sangat berat, sangat maksimal," ujar Ilham. 

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved