Pilpres 2019

LSI Denny JA Minta Kubu Prabowo-Sandi untuk Membuka Identitas Tim Surveinya

Secara legal formal, Ikrama juga menyebut LSI Denny JA telah terdaftar di KPU sebagai lembaga resmi yang berhak menayangkan hasil quick count.

LSI Denny JA Minta Kubu Prabowo-Sandi untuk Membuka Identitas Tim Surveinya
Tribunnews/Jeprima
Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman bersama M Khotib memaparkan hasil survei terkini bertajuk ''Yang Juara, yang Lolos, dan yang Terhempas: Partai Politik 2019'' di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (13/4/2019). LSI merilis bahwa PDIP diprediksikan menjadi juara pada Pemilu 2019 dengan perolehan suara sekitar 26,7 persen hingga 31,1 persen mengungguli Gerinda yang mendapat suara sekitar 13,4 persen hingga 17,8 persen dan Golkar yang memperoleh suara sekitar 11,5 persen hingga 15,9 persen. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dan beberapa lembaga survei lainnya dilaporkan ke KPU terkait siaran hasil hitung cepat atau quick count yang dinilai tak benar.

Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman menyebut lembaganya dalam melakukan hitung cepat menggunakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.

Ia juga yakin lembaganya dapat membuktikan hasil quick count secara ilmiah.

"Jadi sebenarnya kalau berbicara soal hasil bisa diperdebatkan, kita bisa uji validasi," ujar Ikrama Masloman saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (18/4/2019).

Secara legal formal, Ikrama juga menyebut LSI Denny JA telah terdaftar di KPU sebagai lembaga resmi yang berhak menayangkan hasil quick count.

Baca: Aa Gym: Ujian Bagi Kita untuk Tetap Tenang dan Sabar Tunggu Keputusan Terbaik

Ikrama justru mempertanyakan tim survei internal Prabowo-Sandi yang mengklaim kemenangan pasangan calon 02.

Ikrama meminta kepada pihak Prabowo-Sandi untuk membuka identitas tim surveinya.

Serta menjelaskan metode yang dipakai dalam perhitungan cepat.

"Kalau saya menambahkan kita bisa dipertanggungjawabkan karena data yang masuk itu real time, mereka real time enggak? Dadakan, perasaan tiba-tiba angka 62 (persen) datang, kalau mau memantau kenapa enggak buka dari jam 3 sehingga publik juga bisa melihat ini data yang masuk," tuturnya.

Baca: Akun Facebook Pelaku Mutilasi Guru Honorer Banjir Kecaman, Penjahat Kelamin Sampai Pembunuh Sadis

Halaman
123
Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved