Kasus Ratna Sarumpaet

Hakim Tegur Ahli Bahasa Karena Dinilai Tidak Fokus

Joni menegur Wahyu karena dinilai tidak fokus ketika memberikan pendapat di persidangan pada Kamis

Hakim Tegur Ahli Bahasa Karena Dinilai Tidak Fokus
Gita Irawan/Tribunnews.com
Ahli bahasa yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum, Dr Wahyu Wibowo dicecar pertanyaan terkait makna dari frasa "penyiaran berita bohong" dan "keonaran" oleh Jaksa Penuntut Umum, Majelis Hakim, dan Pengacara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (25/4/2019) saat sidang kasus dugaan penyebaran berita bohong dengan terdakwa Ratna Sarumpaet. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa kasus dugaan penyebaraan berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet, Joni, sempat menegur saksi ahli bahasa yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum, Dr Wahyu Wibowo.

Joni menegur Wahyu karena dinilai tidak fokus ketika memberikan pendapat di persidangan pada Kamis (25/4/2019).

Awalnya, Joni mengilustrasikan sebuah keadaan terkait bahasa dalam proses komunikasi.

"Berita itu bisa berasal dari saya sendiri bisa dari orang lain. Ketika saya menyampaikan kepada orang lain, kepada ahli misalnya. Itu namanya berita atau pemberitahuan?" tanya Joni kepada Wahyu.

Wahyu pun menjawab, "Kalau dari kasus ini, berarti pemberitahuan, dari berita."

Joni kemudian melanjutkan pertanyaannya secara perlahan.

"Saya.." kata Joni.

Wahyu pun memotong perkataan Joni.

"..mendapat berita," kata Wahyu.

Joni pun langsung menyela perkataan Wahyu.

Halaman
1234
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved