Kemenristek Dikti Luncurkan Perangkat Lunak Bagi Tuna Netra yang Ikut Tes Perguruan Tinggi

Kemenristek Dikti meluncurkan screen reader bagi tuna netra yang ikut pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) untuk masuk perguruan tinggi.

Kemenristek Dikti Luncurkan Perangkat Lunak Bagi Tuna Netra yang Ikut Tes Perguruan Tinggi
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Kemenristek Dikti Luncurkan Pembaca Layar Bagi Tuna Netra Ikut UTBK MASUK Perguruan Tinggi, Jumat (3/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek Dikti) meluncurkan screen reader bagi tuna netra dalam mengikuti pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) untuk masuk perguruan tinggi.

Screen reader tersebut merupakan perangkat lunak yang diadopsi oleh tim Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) untuk memberikan aksebilitas bagi peserta tunanetra.

"Melalui perangkat lunak tersebut peserta UTBK yang mengalami disabilitas tunanetra dapat membaca tulisan dilayar komputer," ujar ketua LTMPT, Ravik Karsidi, di Kantor Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Jumat, (3/5/2019).

Baca: Maruf Amin dan Sandiaga Uno Akan Bertemu Pada Bulan Ramadhan Sambil Buka Puasa dan Tarawih Bersama

Dengan perangkat lunak tersebut materi ujian tulis bebasis komputer masuk perguruan tinggi dinarasikan dalam bentuk audio dengan bahasa Indonesia.

Kemenristek Dikti meluncurkan screen reader
Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek Dikti) meluncurkan screen reader bagi tuna netra dalam mengikuti pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) untuk masuk perguruan tinggi, Jumat (3/5/2019)

Tingkat kesukaran soalnya sama dengan peserta lain, hanya saja jumlah soal bagi tunanetra dikurangi 20 persen.

Baca: Fadli Zon Sebut Situng KPU Penuh Masalah dan Layak Dihentikan

"Selain itu, teks bacaan tidak lebih dari 3 paragraf dan menghindari kata kata visual. Kemudian, gambar atau tabel atau grafik dinarasikan atai dimodifikasi dan sistem operasinya menggunakan keyboard tanpa mouse," katanya.

Sementara itu, Menteri Ristekdikti Mohamad Nasir mengatakan bahwa peluncuran perangkat lunak UTBK masuk perguruan tinggi tersebut agar semua orang memiliki kesempatan yang sama.

"Kebijakan yang sangat ramah pada difabel kali ini kita lakukan sehingga semua orang mempunyai kesempatan sama masuk perguruan tinggi," katanya.

Panggil rektor yang diskriminatif

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved