Pemilu 2019
Berkolaborasi dengan Perusahaan Roti, Cara Grace Natalie 'Mengakali' Banyaknya Pengeluaran Logistik
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie mengungkapkan cara mereka mengakali banyaknya logistik yang harus dikeluarkan saat kampan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masa kampanye telah usai, laporan akhir dana kampanye pun dikumpulkan dari semua partai dan pasangan calon.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie mengungkapkan cara mereka mengakali banyaknya logistik yang harus dikeluarkan saat kampanye.
Kepada Tribun saat sesi wawancara khusus, di kantor DPP PSI, Jakarta, pekan ini, Grace Natalie menjelaskan mereka sempat banyak cari cara agar tidak banyak mengeluarkan dana.
"Kami, beberapa kali mengakali logistik yang harus diberikan kalau kunjungan di akar rumput," ucapnya.
Beberapa hal, yaitu, PSI berkolaborasi dengan perusahaan roti dan kue apabila harus ada makanan yang diberikan.
Jelas dia, ada makanan sisa yang masih laik konsumsi yang bisa dibagikan saat kunjungan. PSI, mendapatkan hal itu secara gratis.
"Kalau toko roti itu punya prosedur tidak laku sehari, pasti dibuang. Nah, kami coba meminta itu dengan menjelaskan seluruh visi misi dan program dari PSI, hasilnya ya kami dapat gratis," ungkao Grace Natalie.
Bukan hanya roti, untuk iklan misalnya, beberapa perusahaan yang memiliki videotron di jalan-jalan besar, bisa menjadi celah bagi PSI untuk menempatkan iklan di lokasi strategis.
Di beberapa daerah, kata dia, perusahaan-perusahaan iklan itu merupakan klien dari calon anggota legislatif.
Dengan begitu, PSI bisa memanfaatkan dengan harga terjangkau atau justru gratis, mengingat banyak caleg yang merupakan pengacara di daerah.
"Ada saja, caleg kami yang juga pengacara itu punya klien perusahaan iklan. Ya kami manfaatkan juga yang seperti itu," lanjutnya.
Baca: Siapa Saja Politisi yang Dikabarkan Lolos Maupun Gagal Melenggang ke Senayan? Simak Daftarnya
Dia juga mengatakan, selama ini hanya mengeluarkan banyak logistik ketika melakukan kunjungan ke daerah terutama ke lingkungan pedesaan.
Ketika, sudah masuk ke lingkungan kota, mantan presenter televisi itu tidak memberikan apa-apa, kecuali pengetahuan dan sosialisasi terkait program partai.
"Apalagi kalau kami bertemu dengan anak-anak milenial. Mereka itu sudah tidak perlu lagi diberikan macam-macam. Paling, hanya kami kumpulkan saja dan berbicara soal program," ucapnya.
Ia mengaku, kekurangan PSI adalah tidak memiliki banyak waktu untuk sosialisasi. Bahkan, hanya 50 persen dari seluruh total daftar pemilih yang mengenal mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ketua-umum-partai-solidaritas-indonesia-psi-grace-natalie_20190430_213706.jpg)