Rencana Pemindahan Ibu Kota

Jusuf Kalla: Pemindahan Ibu Kota Perlu Waktu 10 hingga 20 Tahun

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan perlu proses dan waktu sekitar 10 hingga 20 tahun untuk memindahkan ibu kota ke luar Jawa.

Jusuf Kalla: Pemindahan Ibu Kota Perlu Waktu 10 hingga 20 Tahun
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat ditemui di Kantor Wapres RI, jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan perlu proses dan waktu yang cukup panjang untuk memindahkan ibu kota ke luar Jawa.

Jusuf Kalla menyebut pemindahan ibu kota memerlukan waktu 10 hingga 20 tahun.

"10 sampai 20 tahun untuk benar-benar pindah ibu kota," ujar Jusuf Kalla saat ditemui di Kantor Wapres RI, jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2019).

Menurut dia, dari awal perencanaan saja, dibutuhkan waktu untuk melakukan penelitian.

Baca: Tinggalkan Kalimantan Timur, Jokowi Terbang ke Palangkaraya Tinjau Lokasi Calon Ibu Kota Negara

Kemudian, dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas pendukung, serta memindahkan pula ASN di Kementerian-kementerian pusat beserta keluarganya ke ibu kota baru.

"Tentu kalau Pusat itu seluruh Kementerian. Jadi lembaga-lembaga yang menyangkut Eksekutif, yudikatif, legislatif, ya harus pindah. DPR harus pindah. Mahkamah Agung ya harus pindah. Otomatis seluruh ASN diperkirakan harus pindah 1,5 juta orang, termasuk keluarga. Jadi harus membangun minimum kira-kira 400 ribu rumah dan type rumah bermacam-macam," jelas dia.

Baca: Sandiaga Uno: Alhamdulillah Rumah Siap Kerja Sudah Lepas dari Kegiatan Politik

"Jadi ini suatu proses yang panjang, kan tiba-tiba semua sistem itu harus diubah," ungkap Jusuf Kalla.

Sementara untuk Jakarta, ujar Jusuf Kalla akan dikembangkan menjadi pusat perekonomian layaknya San Fransisco di Amerika Serikat.

"Apabila pindah ibu kota, maka sistem otonomi yang lebih besar harus terjadi. Artinya, sama dengan Amerika. Kalau Anda mau bikin usaha di San Francisco, California, tidak perlu izin Washington," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved