Suap Proyek PLTU Riau 1

Politisi Golkar Melchias Mekeng Sebut Tak Ada Aliran Dana Suap ke Partai

Dia hanya menyebut jika aliran dana suap PLTU Riau-1 tidak ada yang mengalir ke partai berlogo pohon beringin.

Politisi Golkar Melchias Mekeng Sebut Tak Ada Aliran Dana Suap ke Partai
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Melchias Markus Mekeng 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng telah merampungkan pemeriksaannya di KPK terkait kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Mekeng sedianya diperiksa untuk tersangka Sofyan Basir, Direktur Utama PT PLN nonaktif.

Setelah diperiksa selama 4 jam, Mekeng tak bicara banyak.

Dia hanya menyebut jika aliran dana suap PLTU Riau-1 tidak ada yang mengalir ke partai berlogo pohon beringin.

"Enggak ada, enggak ada (aliran dana suap)," ucap Mekeng di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019).

Peran Dibongkar KPK

Jaksa pada KPK mencecar Direktur PT Borneo Lumbung Energi dan Metal, Nenie Afwani dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap dan gratifikasi proyek PLTU Riau-1 yang menyeret Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih.

Jaksa mencecar Nenie soal keterlibatan Melchias Marcus Mekeng dalam proyek PLTU Riau-1. Sebab, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Mekeng disebut sebagai pihak yang mempertemukan ‎Nenie dan atasannya, Samin Tan kepada terdakwa Eni Saragih.

“Di BAP nomor sembilan, saksi dikenalkan Bu Eni Saragih lewat Samin Tan dan Mekeng, Mekeng ini siapa?,” tanya Jaksa ke Nenie di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2019).

Namun, Nenie mengklaim tidak mengenal sosok Mekeng. Nenie menyebut hanya mengetahui Mekeng sebagai teman dekat Samin Tan. Jaksa kembali mempertegas sosok Melchias Markus Mekeng yang merupakan anggota DPR RI dari fraksi Golkar.

Baca: Petisi Stop Izin FPI Sudah Tembus 150 Ribu Orang yang Tandatangan

Nenie berdalih dirinya baru mengetahui bahwa Mekeng merupakan anggota DPR dari Fraksi Golkar ketika diperiksa sebagai saksi pada saat proses penyidikan di KPK.

“Saya tidak tahu sebenarnya saat itu pak. Saya justru tahu setelah di proses penyidikan, penyidik yang memeriksa saya kemudian menginfokan, bahwa Pak Mekeng itu adalah anggota DPR dari fraksi Golkar,” ucapnya.

Menanggapi pernyataan Nenie, terdakwa Eni Saragih mengaku pernah diperintah oleh Melchias Markus Mekeng. Menurut Eni, saat itu Mekeng merupakan atasannya yakni sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI.

“Perintah dari ketua fraksi saya, Bapak Mekeng. Ketua Fraksi di Partai Golkar,” jelasnya.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved