Pilpres 2019

Ada WNA Bersama Prabowo saat Ke Dubai dan Austria, Ini Penjelasan Fadli Zon

Ia mengatakan, dalam undangannya kala itu, dua WNA Rusia yakni Mikhail Davydov dan Anzhelika Butaeva, batal menghadiri acara tersebut.

Ada WNA Bersama Prabowo saat Ke Dubai dan Austria, Ini Penjelasan Fadli Zon
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Fadli Zon. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menjelaskan keberadaan warga negara asing (WNA) bersama Prabowo Subianto saat melakukan perjalanan ke Dubai dan Austria.

Dua dari empat WNA tersebut, berasal dari Rusia dan merupakan orang Sekretariat Parlemen Rusia.

Fadli mengungkapkan keduanya pernah diundang ke DPR RI sebagai observer atau pemantau pemilu, yang diinisiasi oleh dirinya sendiri.

Ia mengatakan, dalam undangannya kala itu, dua WNA Rusia yakni Mikhail Davydov dan Anzhelika Butaeva, batal menghadiri acara tersebut. 

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan pernyataan politik didepan masa pendukungnya pada acara mengungkap fakta - fakta kecurangan Pilpres 2019 yang diselenggarakan oleh BPN di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019). Pada pernyataan tersebut Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).  Tribunnews/Jeprima
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan pernyataan politik didepan masa pendukungnya pada acara mengungkap fakta - fakta kecurangan Pilpres 2019 yang diselenggarakan oleh BPN di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019). Pada pernyataan tersebut Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

"Sebenarnya waktu itu yang warga Rusia itu pernah kita undang tapi enggak hadir. Yang untuk observer. Jadi maksudnya bukan dia yang diundang, tapi kan semua parlemen-parlemen," ungkap Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/5/2019). 

"Waktu itu kan kita mengadakan, apa namanya, tim untuk observer pemilu. Waktu itu saya buka di sini tanggal 16. Tanggal 16 di sini ada briefing-nya, biasa itu. Parlemen antara negara-negara saling mengundang itu biasa," sambung Fadli.

Baca: Fadli Zon Besuk Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya

Selain Rusai, Fadli menuturkan beberapa negara juga diundang dalam acara tersebut, yakni Amerika Serikat, Australia, dan Malaysia. 

"Yang hadir kan akhirnya cuma beberapa negara, dari Turki akhirnya hadir, Malaysia hadir, Singapura kalau enggak salah hadir. Rusia kita undang, Amerika kita undang, Australia juga kita undang. Tapi yang dari Rusia yang tadinya mau confirm tidak jadi hadir," terangnya.

Wakil Ketua DPR RI itu pun menegaskan kebersamaan Prabowo bersama Mikhail Davydov dan Anzhelika Butaeva di Dubai dan Austria tak berkaitan dengan urusan kenegaraan atau bahkan urusan Pilpres 2019.

"Biasa-biasa aja ya. Perkawanan-perkawanan itu kan biasa saja. Cuma kalau kali ini saya kira urusan privat, urusan biasa," jelas Fadli.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers didampingi badan pemenangan nasional dikediamannya di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019). Prabowo menyatakan bela sungkawa kepada para petugas KPPS yang meninggal dalam bertugas serta menyesalkan penahanan sejumlah tokoh pendukung pemenangan paslon 02. (Tribunnews/Jeprima)
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers didampingi badan pemenangan nasional dikediamannya di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019). Prabowo menyatakan bela sungkawa kepada para petugas KPPS yang meninggal dalam bertugas serta menyesalkan penahanan sejumlah tokoh pendukung pemenangan paslon 02. (Tribunnews/Jeprima) (Tribunnews/JEPRIMA)

Sebelumnya, Calon Presiden Prabowo Subianto dikabarkan terbang ke Dubai, Uni Emirate Arab. Prabowo berangkat menggunakan pesawat carteran dari bandara Halim Perdana Kusuma menggunakan Private Jet Ambraer 190/ Lineage 1000 noreg : 9HNYC.

Prabowo berangkat bersama sejumlah orang diantaranya, Tedy Arman, Yoriko Fransisko Karundeng, Gibrael Habel Karapang, dua orang warga Rusia Mikhail Davzdov dan Anzhelika Butaeva, satu orang warga Amerika bernama Justin, dan satu orang warga Jerman Mischa Gemermann.

Saat dikonfirmasi, Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Sam Fernando hanya membenarkan manifest pesawat yang ditumpangi Prabowo. 

"Manifestnya benar," katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (28/5/2019).

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved