Ingin Pelesir ke Yogyakarta, Aspri Menpora Minta Uang ke Terpidana Suap KONI

"Saya mau liburan, minta seikhlasnya. Liburan ke Yogyakarta," ujar Ulum di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Bungur, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019).

Ingin Pelesir ke Yogyakarta, Aspri Menpora Minta Uang ke Terpidana Suap KONI
Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi
Asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, saat bersaksi untuk terdakwa Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga pada Kemenpora, Mulyana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/7/2019) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, mengaku pernah meminta uang kepada terpidana kasus suap dana hibah KONI, Ending Fuad Hamidy, untuk dirinya berlibur.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ulum saat bersaksi untuk terdakwa Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga pada Kemenpora, Mulyana di Pengadilan Tipikor.

"Saya mau liburan, minta seikhlasnya. Liburan ke Yogyakarta," ujar Ulum di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Bungur, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019).

Saat itu Ulum mengaku tidak direspon oleh Ending. Namun akhirnya ditransfer ke rekening pribadi Ulum sebesar Rp 15 juta.

Selain permintaan tersebut, Ulum mengaku pernah meminta uang sebesar Rp 30 juta kepada Ending untuk membiayai klub sepakbola, Menpora FC. Selain itu, Ending memberikan lagi Rp 20 juta untuk pemain Menpora FC.

Baca: Kata Istana, Perpres tentang Jabatan Fungsional TNI Hanya Berlaku di Mabes TNI

Baca: Pikap Terjun ke Sungai dari Atas Feri, Seorang Ibu dan Dua Anak Kembarnya Terjebak dalam Mobil

Baca: Jokowi Boyong 6 Menteri ke Sulut Kawal Pembangunan Infrastruktur

"Saya mengajukan pribadi sebagai manajer Menpora FC. Dapat 30 juta," ungkap Ulum.

Pertanyaan jaksa pada KPK, sempat terhenti karena persidangan diskors oleh hakim karena memasuki waktu solat Maghrib.

Menyambung persidangan, jaksa kembali menanyakan aliran dana dari Ending kepada Ulum. Dirinya akhirnya mengakui pernah menerima uang kembali dari Ending pada September 2018.

Saat itu, Ulum mengaku diberikan uang sebesar Rp 3 juta untuk makan-makan. Dirinya mengambil Rp 500 ribu, sisanya dibagikan ke protokol Menpora.

Halaman
12
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved