Kabinet Jokowi

Soal Rumor Gerindra Merapat ke Pemerintah, Politikus Golkar : Harus Ikhlas, Tak Perlu Target Menteri

"Sekali lagi kami harapkan apa yang mendukung Pak Prabowo ingin bergabung, maka kami betul-betul mengharapkan koalisinya ikhlas," katanya

Soal Rumor Gerindra Merapat ke Pemerintah, Politikus Golkar : Harus Ikhlas, Tak Perlu Target Menteri
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Meutya Hafid. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Golkar, Meutya Hafid menyarankan jika memang betul Gerindra ingin masuk ke koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf , maka tak perlu ada target berupa pos-pos menteri.

Hal tersebut diungkapkan Hafid terkait kicauan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, yang menyindir Gerindra tengah meminta jatah menteri ekonomi jika masuk kabinet pemerintahan.

Baca: PDI Perjuangan : Tak Etis Minta Jatah Menteri ke Jokowi

"Sekali lagi kami harapkan apa yang mendukung Pak Prabowo ingin bergabung, maka kami betul-betul mengharapkan koalisinya ikhlas. Jadi tidak ada target-target harus berapa menteri," kata Meutya di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7/2019)

Soal nama-nama menteri, Meutya mengatakan mayoritas menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi.

Meski kemungkinan koalisi tersebut terbuka ada, Meutya menilai sebaiknya koalisi juga dibentuk tak hanya di pemerintahan, tetapi juga di parlemen.

"Tentu tadi yang namanya koalisi tidak hanya kabinet, ada koalisi parlemen, ada koalisi-koalisi society yang sama-sama menjaga bangsa dan tentu senada dengan partai awal yang sudah mendukung Pak Jokowi tanpa target menteri kursinya berapa, karena kami keputusan dari presiden terpilih," katanya.

Sebelummya, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat mencuit soal keinginan salah satu partai untuk mendapatkan pos menteri bidang ekonomi. Ferdinand pun tak menyebut nama partai itu.

Dia menulisnya dengan kata 'mereka'.

"Ternyata mereka meminta kursi menteri bidang perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, Menko Ekonomi, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan," kata Ferdinand Hutahaean di laman twitternya, Jumat (5/7/2019).

Halaman
1234
Penulis: Reza Deni
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved