Kasus Makar

Merasa Dipermainkan, Pengacara Kivlan Zen Bakal Laporkan Hakim ke KY

Tonin beranggapan penundaan sidang hingga tanggal 22 Juni mendatang yang mendekati waktu habisnya masa penahanan Kivlan Zen sebagai aksi 'main-main'

Merasa Dipermainkan, Pengacara Kivlan Zen Bakal Laporkan Hakim ke KY
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Kuasa hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta Singarimbun 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa hukum Mayjend TNI (Purn) Kivlan Zen, Tonin Tachta Singarimbun berencana melaporkan Hakim Achmad Guntur yang memimpin sidang praperadilan kliennya ke Ketua Pengadilan dan Komisi Yudisial (KY).

Tonin beranggapan penundaan sidang hingga tanggal 22 Juni mendatang yang mendekati waktu habisnya masa penahanan Kivlan Zen sebagai aksi 'main-main'.

Baca: Elite PKS : Baik Jika Jokowi Mempertimbangkan Koalisi Ramping

"Lha pak Kivlan Zen tanggal 27 sudah habis penahanannya, mau ngapain lagi, padahal Praperadilan itu kan murah cepat efisien. Nggak ada itu, udah main-main ini, kami akan laporkan hakimnya, saya akan menghadap Ketua Pengadilan habis ini," ujar Tonin, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019).

Menurutnya, alasan hakim menunda persidangan lantaran banyak perkara tidak masuk akal dan seharusnya disyukuri lantaran bertambahnya materi.

"Ini ke Ketua Pengadilan habis ini saya laporkan, enggak bener dong. Sudah saya mohon-mohon. Perkara dia sibuk ya bagus dong dapat duit banyak, banyak kerjaan, emangnya hakim nggak ada insentifnya terhadap perkara," kata dia.

Dia pun merasa dipermalukan lantaran permintaannya agar mempercepat sidang praperadilan bagi kliennya tidak diterima meski sudah memohon-mohon.

Baca: Fakta-fakta Siswi SMP Berhubungan Intim dengan Pacar di Toilet Masjid

Tonin pun berencana pula melapor kepada KY.

"Oh iya (lapor ke KY), sudah main-main ini. Saya juga main-mainlah, memang pengacaranya main-main ini. Dipermalukan di depan kalian kan, seluruh Indonesia melihat kan? Saya sampai mohon-mohon begini lho. Artinya kalau memang nggak bisa ya 1 minggu. Nggak bisa alasan banyak perkara, banyak perkara bagus artinya, ada pengadilan, kalau pengadilan nggak ada pengacara hantu namanya," tandasnya.

Kivlan Zen disebut tak kunjung terima keadilan

Halaman
1234
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved