Harapan Basaria Panjaitan Setelah Lolos Tes Tahap Pertama Capim KPK 2019-2023

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih menyampaikan, 192 yang lolos, terdiri dari 180 orang laki-laki dan 12 orang perempuan

Harapan Basaria Panjaitan Setelah Lolos Tes Tahap Pertama Capim KPK 2019-2023
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas disaksikan Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan (kanan) menunjukkan barang bukti terkait OTT Gubernur Kepulauan Riau saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019). KPK menetapkan empat orang tersangka yakni Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Edy Sofyan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP, Budi Hartono, dan pihak swasta bernama Abu Bakar dengan total barang bukti Rp 666.812.189 terkait kasus izin lokasi rencana reklamasi di Kepulauan Riau serta kasus gratifikasi. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panitia Seleksi (pansel) Calon Pimpinan KPK (Capim KPK) merilis para kandidat capim institusi antirasuah yang lolos pada seleksi tahap pertama, yakni administrasi.

Dari 376 pendaftar, rupanya hanya 192 yang berhasil lolos tahap pertama seleksi.

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih menyampaikan, 192 yang lolos, terdiri dari 180 orang laki-laki dan 12 orang perempuan.

"Laki-laki 349 orang, lulus 180 orang. Perempuan 27 orang, lulus 12 orang," kata Yenti di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019).

Dari 192 nama yang dirilis Pansel Capim KPK, lebih tepatnya dari 12 perempuan yang lolos, terselip nama Basaria Panjaitan. Basaria merupakan petahana. Ia salah satu komisioner KPK periode 2015-2019 atau jilid IV.

Mengetahui kabar tersebut, Basaria mempunyai harapan jika ia benar-benar terpilih kembali menjadi pimpinan KPK jilid V.

"Kalau kita sih sama dengan yang lain, harapan sudah dibicarakan, pada akhirnya kita kan mutuskan. Kita memang ingin menjalankan atau menyelesaikan semua yang dilakukan, khususnya di bidang pencegahan sekarang," ucap Basaria di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

Basaria pun mengungkit soal pembentukan 9 koordinator wilayah (korwil) untuk 34 provinsi di Indonesia.

Dikatakannya, pembentukan korwil tersebut karena maraknya kepala daerah yang terjerat kasus tindak pidana korupsi.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved