Korupsi KTP Elektronik

KPK Periksa Mantan Sopir Tersangka Markus Nari Terkait Korupsi Bancakan Proyek E-KTP

Meski begitu, Febri belum membicarakan lebih jauh apa yang akan didalami penyidik KPK dari keterangan Gunadi.

KPK Periksa Mantan Sopir Tersangka Markus Nari Terkait Korupsi Bancakan Proyek E-KTP
TRIBUNNEWS.COM/FEB
Juru Bicara KPK Febri Diansyah 

Dari pengembangan kasus itu, KPK turut menjerat Markus Nari sebagai tersangka kasus pengadaan paket penerapan e-KTP. Markus Nari saat ini resmi ditahan KPK pada tanggal 1 Maret 2019 lalu.

Tersangka Baru

Sebelumnya, KPK menyatakan mereka berpeluang menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Namun, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengujarkan, penyidik hingga kini masih memperkuat bukti-bukti pihak yang terlibat.

"Terkait dengan kemungkinan tersangka baru itu mungkin saja ya sepanjang memang kami menemukan bukti permulaan yang cukup bisa dari pengembangan penyidikan bisa dari pengembangan penuntutan," ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019).

Penyidik KPK telah memeriksa Direktur PT Gajendra Adhi Sakti, Azmin Aulia. Adik kandung mantan Mendagri Gamawan Fauzi itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anggota Komisi VIII DPR Markus Nari.

Febri tak memerinci materi pemeriksaan Azmin. Ia hanya menjelaskan dalam pemeriksaan itu Azmin dicecar soal pemberian ruko dari Direktur Utama (Dirut) PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tanos.

"Dikonfirmasi terkait pemberian ruko," Febri menjelaskan.

Febri memastikan penyidikan kasus ini tak berhenti di Markus Nari. Komisi antirasuah bakal menjerat pihak-pihak yang menerima uang haram dari proyek bernilai Rp5,9 triliun tersebut.

"Kami melihat ada dugaan pihak-pihak lain atau pejabat-pejabat lain baik di instansi pemerintah di legislatif ataupun dari pihak swasta diduga terlibat dalam perkara ini, itu yang sedang kami telusuri dan kami dalami," pungkasnya.

Markus Nari ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP sejak Juli 2017 lalu.

Halaman
123
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved