Dipolisikan Anggota DPRD DKI Jakarta, Politikus PSI Rian Ernest: Nanti Saya Hadapi Secara Hukum

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest siap menghadapi secara hukum terkait laporan dirinya ke Polda Metro Jaya.

Dipolisikan Anggota DPRD DKI Jakarta, Politikus PSI Rian Ernest: Nanti Saya Hadapi Secara Hukum
Istimewa
Juru Bicara PSI Rian Ernest 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest siap menghadapi secara hukum terkait laporan dirinya ke Polda Metro Jaya.

Rian Ernest dilaporkan anggota DPRD DKI Jakarta Taufiqurrahman ke Polda Metro Jaya atas pencemaran nama baik.

"Ini negara hukum, silakan saja bagi pihak yang merasa dirugikan misalkan. Nanti akan saya hadapi secara hukum," ujar Rian Ernest di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Sebelumnya, Ernest mengungkap ada potensi praktik jual-beli jabatan bermodus suap uang daftar hadir rapat.

Baca: Aksi Saling Lapor antara Kemenkumham dengan Pemkot Tangerang Disebut Mahfud MD Tak Tepat

Baca: Oesman Sapta Odang Berharap Pimpinan MPR Dipilih Secara Musyawarah

Baca: BREAKINGNEWS : Warga Digegerkan Mayat yang Membusuk di Dalam Rumah

Baca: Editan Foto Kelewat Cantik Jadi Dalil Gugatan, Evi Apita Maya: Harga Diri Saya Sudah Terinjak-injak

Modus ini menyangkut pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta yang telah ditinggal Sandiaga Uno sejak 27 Agustus 2018, karena dia maju sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto.

Menurut Ernerst, pernyataannya dirinya tersebut tidak ada yang menyebut nama seseorang, fraksi, komisi, maupun Pansus dalam pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang sedang diproses DPRD DKI Jakarta.

"Ya saya hargai hak beliau untuk melaporkan saya, niatan kami PSI menjadi partai baru kan melawan korupsi, dari beberapa sumber yang saya denger ada dugaan politik uang. Ya adalah selentingan-selentingan dari elit politik yang saya denger," ucap Ernest.

Ia menilai, sebagai partai politik ketika mendengar informasi adanya dugaan praktik korupsi, maka rasanya tidak perlu menunggu bukti otentik dahulu baru berbicara karena parpol bukan KPK yang bisa menyadap percakapan.

"Kita lemparkan kepada publik dan kita dorong temen-temen KPK untuk bergerak. Itu niatan kami," katanya.

Baca: Dituntut 8 Bulan Penjara, 3 Emak-emak yang Viralkan Jika Jokowi Terpilih, Tak Ada Lagi Azan

Baca: Lucinta Luna Akan Dilaporkan Temannya ke Polisi, Tuduhannya Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik

Halaman
12
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved