Politisi Senayan Ditangkap KPK

‎KPK Bakal Dalami Peran Nazaruddin dan Dua Adiknya Terkait Kasus Gratifikasi Bowo Sidik

KPK bakal mendalami peran mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazarudin serta dua adiknya soal pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK)

‎KPK Bakal Dalami Peran Nazaruddin dan Dua Adiknya Terkait Kasus Gratifikasi Bowo Sidik
Warta Kota/henry lopulalan
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin memberikan kesaksian dalam sidang kasus korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat dengan terdakwa Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng di Pengadilan Tipikor, Jalan Bunggur, Jakarta Pusat, Senin (29/5). Sidang tersebut beragendakan pemeriksaan saksi yaitu Muhammad Nazaruddin yang juga merupakan terpidana kasus tersebut. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik KPK bakal mendalami peran mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazarudin serta dua adiknya, Muhammad Nasir dan Muhajidin Nur Hasim soal pengurusan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Pendalaman peran tiga kakak-beradik itu masih berkaitan dengan penyidikan kasus gratifikasi yang menjerat tersangka anggota Komisi VI DPR Fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso.

"Lebih terkait pada kebutuhan KPK untuk mendalami informasi terkait pengurusan anggaran DAK yang salah satunya seingat saya di Kabupaten Kepulauan Meranti," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).

Baca: Antasari Azhar Ingatkan Pansel Teliti Pilih Calon Pimpinan KPK

Baca: Hakim PN Jakarta Pusat Diserang Pengacara, Mahkamah Agung: Ini Penghinaan Terhadap Lembaga Peradilan

Baca: MA Kecam Peristiwa Pengacara Aniaya Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Baca: ‎77.447 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

Alasannya, komisi antirasuah hingga saat ini terus menelusuri sumber-sumber gratifikasi yang diterima Bowo Sidik.

"Kami menduga dalam penelurusan sumber-sumber gratifikasi ini, ada salah satu sumber yang memiliki keterkaitan dengan pengurusan anggaran DAK tersebut," tutur Febri.

Bowo merupakan tersangka kasus suap bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT Humpuss Transportasi Kimia dan gratifikasi.

Sebelumnya, Muhajidin, adik Nazaruddin menyampaikan surat tidak bisa hadir memenuhi panggilan pada Rabu (17/7/2019) dengan alasan sakit.

KPK memanggil Muhajidin sebagai saksi untuk tersangka Bowo, dan Indung dari pihak swasta, tersangka lainnya dalam kasus tersebut.

KPK sebelumnya telah mengirimkan dua kali panggilan terhadap Muhajidin untuk jadwal 5 Juli dan 15 Juli 2019.

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved