Operasi Tangkap Tangan KPK

Dua Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Aspidum Kejati DKI

Hari ini penyidik KPK memeriksa dua hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Machri Hendra dan Ivonne WK Maramis.

Dua Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Aspidum Kejati DKI
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Aspidum Kejati DKI Jakarta, Agus Winoto memakai rompi tahanan berjalan keluar gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan, Sabtu (29/6/2019). KPK menahan Agus Winoto terkait operasi tangkap tangan (OTT) dugaan kasus suap. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami penyidikan kasus suap kepada mantan Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Agus Winoto.

Hari ini penyidik KPK memeriksa dua hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Machri Hendra dan Ivonne WK Maramis.

Keduanya diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan Agus.

"Dari dua orang saksi unsur hakim, penyidik mendalami keterangan saksi terkait proses dan materi persidangan," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kepada pewarta, Jumat (19/7/2019).

Baca: Gelar Advokatnya Diragukan, Barbie Kumalasari Berikan 4 Bukti Dirinya adalah Advokat Asli

Baca: Polisi Tahan Pengacara yang Serang Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Baca: Garuda Indonesia Cabut Laporan Berkat Hotman Paris, Dirut Ajak Rius Vernandes Review First Class

Selain dua hakim tersebut, KPK juga memeriksa dua saksi lainnya, yakni karyawan swasta bernama Francis Cahyadi dan ibu rumah tangga bernama Susan Limena.

Febri mengatakan Francis dicecar soal hubungan para pihak yang terlibat dalam kasus ini.

"Sedangkan dari saksi ibu rumah tangga, penyidik menggali pengetahuan saksi terkait asal usul uang suap," ungkapnya.

Penyidik KPK, pada pekan lalu, juga sempat memeriksa dua terdakwa perkara penggelapan dan penipuan investasi bodong yang ditangani Kejati DKI, yakni Hary Suwanda dan Raymond Rawung.

Diketahui, Hary Suwanda adalah Bos Forex asal Surabaya, sementara rekannya, Raymond Rawung merupakan Direktur Utama PT Golden Financial Futures.

Mereka berstatus sebagai terdakwa kasus penipuan investasi yang proses hukumnya sedang berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved