Sinar Mas: Kompetensi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi

Melalui pendidikan vokasi ini, dunia usaha dapat membangun lembaga pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Sinar Mas: Kompetensi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi
Ist/Tribunnews.com
Managing Director Sinar Mas G Sulistiyanto bersama Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, di Jakarta, Jumat (19/8/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden terpilih pada Pilpres 2019, Joko Widodo (Jokowi) mengangkat tema pendidikan vokasi sebagai isu penting peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia dalam periode ke-2 pemerintahnya.

Dalam pidato pertamanya di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Minggu (14/7/2019) malam.

Jokowi mengatakan beberapa tahapan besar yang akan dia lakukan bersama wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin membuat Indonesia lebih produktif, memiliki daya saing, dan fleksibilitas tinggi dalam menghadapi perubahan di dunia.

Pendidikan vokasi menjadi satu hal yang disampaikannya mengenai pembangunan sumber daya manusia (SDM), antara lain melakukan peningkatan kualitas pendidikan dengan mementingkan pelatihan dan sekolah vokasi.

“Kualitas pendidikannya juga akan terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training, pentingnya vocational school,” ujar Jokowi dalam pidatonya.

Kata kunci: kompetensi

Menjawab ajakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi, Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto menyebut perlunya keterlibatan pemerintah dan dunia usaha dalam penguatan pendidikan vokasi.

"Sangat penting pendidikan vokasi ini karena saat ini belum ada link and match-nya. Kebutuhan dunia usaha sebagai demand-nya dengan pendidikan tinggi sebagai supply-nya tidak sama," ungkap Sulistiyanto di sela-sela "Seminar Revitalitasi Pendidikan Tinggi Vokasi" yang digelar di Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta (17/7/2019).

Melalui pendidikan vokasi ini, lanjut Sulistiyanto, dunia usaha dapat membangun lembaga pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Seperti kerjasama dengan Swiss, kami melakukan kerja sama untuk (pendidikan vokasi) batu bara dan sawit. Kami mendatangkan dosen dari luar untuk melatih dan mendidik sehingga lulusannya nanti tidak hanya mendapatkan ijazah kelulusan namun juga sertifikat kompetensi. Kompetensi di sini yang penting menjadi kata kuncinya" jelasnya.

Halaman
123
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved