Suap Proyek PLTU Riau 1

aksa Hadirkan Pejabat PT PLN di Sidang Sofyan Basir

Sidang beragenda pemeriksaan saksi. Rencananya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK akan menghadirkan empat orang saksi

aksa Hadirkan Pejabat PT PLN di Sidang Sofyan Basir
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 mantan Dirut PLN Sofyan Basir mendengarkan keterangan saksi pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (15/7/2019). Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan empat orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjadwalkan sidang kasus suap kesepakatan kontrak proyek IPP Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Mulut Tambang (PLTU MP) Riau-1 yang menjerat terdakwa Sofyan Basir, mantan Direktur Utama PT PLN (Persero)

Pada Senin (22/7/2019) ini, sidang beragenda pemeriksaan saksi. Rencananya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK akan menghadirkan empat orang saksi di persidangan hari ini.

Salah satu diantaranya yaitu Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur dan Nusa Tenggara, Supangkat Iwan Santoso.

Supangkat. Dia akan diperiksa dalam kapasitas sebagai Direktur Pengadaan Strategis II PT. PLN.

Baca: Warga Bantai 4 Orang Karena Dicurigai Lakukan Praktik Ilmu Hitam dan Sihir

Baca: Dari Tugu Pal Putih Yogyakarta, Lilik Jalan Kaki Menuju Istana Presiden

Baca: Menanti Kesepakatan Satu Paket Kursi MPR

Baca: Irish Bella Tasyakuran Hamil 4 Bulan - Ammar Zoni Ngidam Belut, Rahasiakan Jenis Kelamin Bayi Kembar

Selain Supangkat turut dihadirkan sejumlah saksi lain di antaranya Mimin Insani selaku Senior Manager Pengadaan IPP PT PLN, Tahta Maharaya yang juga keponakan terdakwa Eni Maulani Saragih, dan Audrey Ratna Justianty selaku Sekretaris Johannes Kotjo.

"Rencananya (saksi,-red) adalah, Supangkat iwan, Mimin insani, Tahta maharaya dan Audrey ratna justianty," ujar Jaksa Lie Setiawan saat dihubungi, Senin (22/7/2019).

Sebelumnya, dalam perkara proyek PLTU Riau-1 yang menelan biaya USD 900 juta ini, KPK sudah menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka keempat menyusul pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

Sofyan diduga menerima janji fee proyek dengan nilai yang sama dengan Eni Saragih dan Idrus Marham dari salah satu pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Kotjo.

KPK menduga Sofyan Basir berperan aktif memerintahkan salah satu direktur di PLN untuk segera merealisasikan power purchase agreement (PPA) antara PT PLN, Blackgold Natural Resources Ltd., dan investor China Huadian Engineering Co. Ltd. (CHEC).

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved