KPK Siap Bantu KY Usut Dua Hakim MA Pembebas Syafruddin Arsyad Temenggung

KPK siap membantu Komisi Yudisial (KY) untuk mengusut dua hakim Mahkamah Agung (MA) pembebas Syafruddin Arsyad Temenggung

KPK Siap Bantu KY Usut Dua Hakim MA Pembebas Syafruddin Arsyad Temenggung
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Terdakwa kasus Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) Syafruddin Arsyad Tumenggung meninggalkan Rumah Tahanan (Rutan) K4 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap membantu Komisi Yudisial (KY) untuk mengusut dua hakim Mahkamah Agung (MA) pembebas Syafruddin Arsyad Temenggung.

Diketahui, Selasa (23/7/2019) siang, Koalisi Masyarakat Antikorupsi melaporkan dua hakim MA itu karena diduga melakukan penyalahgunaan wewenang.

"Jika Komisi Yudisial membutuhkan dukungan informasi, atau apapun yang relevan dari KPK maka KPK akan membantu Komisi Yudisial jika ada informasi-informasi yang dibutuhkan atau dokumen-dokumen yang dibutuhkan atau bukti-bukti yang dibutuhkan," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

Febri mengatakan, pelaporan dua hakim agung MA itu ke KY merupakan bentuk partisipasi publik.

Ia juga mengatakan KPK siap membantu atau berkoordinasi dengan Badan Pengawas MA jika diminta.

Baca: Wapres JK Sebut Lahan Tambang Harus Direklamasi karena Rawan Bencana

Baca: Laporkan Lucinta Luna Soal Pencemaran Nama Baik, Rivelino Wardhana: Nanti Kita Tunggu Kelanjutannya

"Bagi KPK kami melihat ini sebagai peran dari masyarakat karena masyarakat sipil yang melaporkan ke KY tersebut juga beberapa kali mengkritik KPK dan juga mengingatkan KPK serius menangani kasus BLBI dan itu kami respons secara positif dan jika ada buktinya kami akan terus tangani kasus BLBI meski ada putusan lepas kasasi tersebut," katanya.

Febri mengatakan, hingga saat ini KPK belum menerima salinan lengkap putusan Syafruddin.

Dia berharap salinan tersebut segera dikirimkan ke KPK agar bisa menentukan langkah hukum selanjutnya.

Sebelumnya, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung divonis 13 tahun penjara dan denda Rp700 juta subsider 3 bulan kurungan pada pengadilan tingkat pertama.

Lalu, di tingkat banding, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menambah vonis Syafruddin menjadi 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved