Kabinet Jokowi

Menerka Isu Yang Dibahas Kala Ketua NasDem, Golkar, PKB dan PPP Bertemu

Dia melihat, empat partai tersebut mulai menyusun sikap apakah akan menerima Gerindra atau sebaliknya menolaknya.

Menerka Isu Yang Dibahas Kala Ketua NasDem, Golkar, PKB dan PPP Bertemu
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Ketua Umum Nasdem Surya Paloh mengumpulkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto dan Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa di kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2019) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Para ketua umum dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Golkar bertemu dengan Ketua umum NasDem Surya Paloh pada Senin (22/7/2019) kemarin.

Para ketau umum itu adalah Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (PKB), Suharso (PPP) dan Airlangga Hartarto.

Menurut pengamat politik Ray Rangkuti, pertemuan Ketua Umum NasDem dengan beberapa ketum dalam koalisi 01 bukanlah pertemuan biasa.

Setidaknya, jika merujuk pada perkembangan faktual akhir-akhir ini, Ray Rangkuti melihat ada beberapa hal yang bisa ditafsirkan di balik pertemuan itu.

Paling tidak kata dia, pertemuan ini terkait isu akan masuknya Partai Gerindra ke dalam koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Baca: Momen Pertemuan Nunung dan Sang Cucu, Tangis Pun Berganti Senyum Bahagia

"Perkembangan politik yang mengarah pada masuknya Gerindra dalam koalisi," ujar Ray Rangkuti kepada Tribunnews.com, Selasa (23/7/2019).

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Sebar Hoaks Jelang Debat: Siapa Untung, Siapa Buntung? di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).
Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Sebar Hoaks Jelang Debat: Siapa Untung, Siapa Buntung? di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019). (Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda)

Dia melihat, empat partai tersebut mulai menyusun sikap apakah akan menerima Gerindra atau sebaliknya menolaknya.

"Lebih khusus jika rekonsiliasi dimaksudkan untuk berbagi kursi kabinet yang bisa jadi dianggap hanya membuat jatah partai-partai yang ada akan berkurang," jelas Ray Rangkuti.

Selain itu dia juga mencermati mengenai kesolidan empat partai tersebut minus PDI Perjuangan.

Soliditas ini dapat dimaknai sebagai blok sendiri dalam koalisi Jokowi-Maruf Amin.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved