Mati Listrik di Ibu Kota dan Sekitarnya

Fadli Zon: Investigasi Blackout Cukup 1 sampai 2 Minggu

Investigasi tidak hanya mencari penyebab pemadaman listrik saja, melainkan juga hingga kinerja serta keuangan PLN.

Fadli Zon: Investigasi Blackout Cukup 1 sampai 2 Minggu
Gita Irawan/Tribunnews.com
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon usai menjenguk Eggi di Rutan Polda Metro Jaya pada Rabu (29/5/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan bahwa perlu adanya investigasi komprehensif terhadap peristiwa blackout di sebagian pulau Jawa pada Sabtu, (4/8/2019).

Investigasi tidak hanya mencari penyebab pemadaman listrik saja, melainkan juga hingga kinerja serta keuangan PLN.

"Ya harus ada investigasi dan audit terhadap operasi, operasional. Audit keuangan kebijakan, dan sebagainya yang bisa mengakibatkan blackout seperti tanggal 4 kemarin," kata Fadli di Kompleks Parlemen, senayan, Jakarta, Rabu, (7/8/2019).

Selain itu Fadli berharap investigasi yang dilakukan tidak molor atau lama. Investigasi harus ada batasan waktunya.

Baca: Bagaimana Dampak Blackout Terhadap Wacana Kendaraan Berbasis Listrik?

"Mestinya di zaman sekarang bisa kita lihat dengan kecanggihan teknologi segala macam bisa diketahui dong masalahnya itu apa," katanya.

Bahkan menurut Fadli, investigasi harus bisa rampung 1 sampai dua minggu ke depan saja, jangan sampai bertahun tahun.

"Jadi harus ada investigasi tapi harus ada limit harus ada waktunya. Kapan? Masa yang gini aja perlu setahun ya seminggu dua minggu lebih dari cukup," pungkasnya.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi peristiwa blackout (mati total) di Jawa dan Bali pada Minggu, (4/8/2019). Hasil investigasi nantinya akan dilaporkan ke Komisi VII DPR RI.

Baca: Keputusan Kongres V PDIP Akan Digodok Oleh 5 Komisi

‎"Kami memohon waktu untuk melakukan langkah assement atau investigasi dan kami sepakat untuk melaporkan hasil-hasil investigasi ini secara berkala kepada komisi VII," kata Sripeni usai rapat tertutup dengan Komisi VII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (6/8/2019).

Dalam melakukan investigasi tersebut, pihaknya kata Sripeni akan melibatkan pihak luar. Pakar yang dilibatkan termuta para pakar dan akademisi di bidang kelistrikan dan transmisi.

"Tentunya pakar ini kan berarti dari luar yang mengerti tentang kesisteman kelistrikan, apakah dari perguruan tinggi dan sebagai macam supaya ini fair. Kami ingin adanya narasumber dari luar," katanya.

Sripeni mengatakan bahwa lamanya investigasi belum bisa diketahui. Pasalnya investigasi akan dilakukan secara komprehensif agar kejadian serupa tidak terulang.‎ Investigasi yang dilakukan tidak hanya untuk mencari penyebab Blackout saja melainkan juga untuk meningkatkan kualitas jaringan serta transmisi kelistrikan.

"Karena kita tidak bisa berhenti sampai penyebab (Blackout) saja. kita juga akan berbicara bagaimana improvement sistem kelistrikan di Jawa-Bali ini bagaimana. kita akan melibatkan pakar pakar ahli di kesisteman kelistrikan," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved