Rabu, 3 Juni 2026

KH Maimoen Zubair Meninggal Dunia

Duka Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia atas Wafatnya Mbah Moen

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia(GAMKI) turut berduka cita atas wafatnya ulama kharismatik KH Maimun Zubair.

Tayang:
instagram.com/@nahdlatululama
KH Maimun Zubair (Mbah Moen) 

Laporan Wartawan Tribun Willy Widianto

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) turut berduka cita atas wafatnya ulama kharismatik KH Maimun Zubair.

Mereka menganggap Mbah Moen sapaan akrab KH Maimun Zubair selalu mengajarkan untuk membangun toleransi antarumat beragama.

"Saya rasa kepergian Mbah Moen tidak hanya dirasakan saudara kita yang muslim, dan juga umat Kristiani," tutur Ketua GAMKI Michael Wattimena, Kamis (8/8/2019).

Lanjut anggota DPR RI asal dapil Papua Barat ini bahwa Mbah Moen selalu memperjuangkan persatuan dan persaudaraan sebagai nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Baca: Viral, Pasien BPJS Disebut Sumeng dan Sok Tahu di Puskesmas Kawasan Setiabudi

Baca: Cerita Megawati Dibuat Capek Prabowo Karena Pindah Posko di Jawa Tengah

Baca: Serangan Jamur pada Tanaman Sayuran dan Pangan Bisa Picu Gagal Panen

Baca: Juara Indonesia Open 2019, Kevin Sanjaya Diguyur Bonus Rp 250 Juta

Atas rasa kehilangan sosok Mbah Moen, kata Michael, GAMKI telah melalukan doa bersama.

Untuk itu Michael berharap bangsa Indonesia banyak sosok seperti Mbah Moen.

"Yang kita ketahui bagaimana bijakasana dalam toleransi, mampu memahami dan menyatukan semua golongan dalam bingkai persaudaraan bangsa Indonesia,"tutup Wakil Ketua Komisi IV DPR ini. 

Gelar doa

KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen meninggal dunia di Makkah saat menunaikan ibadah haji, Selasa (6/8/2019)

Bukan hanya umat muslim saja yang kehilangan ulama kharismatik Mbah Moen.

Bahkan sejumlah umat Katolik di Mojokerto gelar doa khusus untuk melepas kepergian Mbah Moen.

Pada foto yang dibagikan akun Instagram resmi Nahdlatul Ulama (NU) di dalam sebuah gereja foto Mbah Moen dipajang.

Di sampingnya terpajang juga lilin-lilin serta bunga.

Dalam foto diterangkan jika Gereja Katolik Mojokerto menggelar doa kepergian pria yang lahir tepat di hari Sumpah Pemuda itu.

“Teladan Mbah Maimoen sebagai ulama yang mengayomi seluruh masyarakat lintas agama. Geraja Katolik Mojokerto turut menggelar doa kepergian Mbah Maimoen,” terang akun Instagram @Nahdlatululama Selasa (6/8/2019).

Bukan hanya umat Gereja Katolik Mojokerto saja yang kehilangan sosok Mbah Moen.

Persatuan Gereja Indonesia (PGI) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Kiai karismatik KH Maimoen Zubair di tanah suci pada Selasa (6/8) pagi waktu setempat.

Melalui keterangannya kepada Tribunnews.com, Sekretaris Umum PGI Pdt Gomar Gultom, mengatakan Kiai berusia 90 tahun merupakan sosok yang patut diteladani.

"Atas nama gereja-gereja di Indonesia, saya menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya Kiai Karismatik KH Maimoen Zubair (Mbah Moen)," ujar Gultom di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Ia mengatakan, dalam hiruk pikuk perpolitikan dan agama, sosoknya tetap memberikan rasa teduh.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved