Seleksi Pimpinan KPK

Pansel Godok 40 Capim KPK dengan Tahapan Profil Assessment

Sebanyak 40 calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK) menjalani tahapan profil assessment, setelah lolos dari tes psilogis beberapa

Pansel Godok 40 Capim KPK dengan Tahapan Profil Assessment
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) KPK Yenti Garnasih 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 40 calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK) menjalani tahapan profil assessment, setelah lolos dari tes psilogis beberapa waktu lalu.

Ketua Pansel Capim KPk Yenti Garnasih mengatakan, tahapan profil assessment berlangsung selama dua hari sejak pukul 07.30 sampai 17.15 WIB, dengan tujuan menggali lebih dalam lagi sosok capim KPK setelah lolos psikotes.

"Tahapan ini sudah dekat dengan tahapan seleksi dan besok lebih padat lagi. Kami cari komisioner yang punya ketahanan karena akan menghadapi banyak tekanan," papar Yenti di gedung Lemhanas, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Baca: Segera Dibuka, BKN Usul Harus Pilih CPNS 2019 atau P3K/PPPK, Ada Tenaga Honorer yang Diprioritaskan

Baca: Mantan Kiper Liverpool Juara Liga Champions Resmi Berlabuh ke Manchester City

Baca: Cara Komplotan Penipuan yang Bikin Pegadaian Merugi Hampir Rp 1 Miliar

Baca: Rayakan HUT RI, Maskapai Emirates Umbar Promo Terbang ke New York Cuma Rp 14 Juta

Yenti menjelaskan, dalam tahapan profil assessment capim KPK akan melewati serangkaian tugas, mulai dari studi wawasan pemerintahan, menjawab pertanyaan terkait kebangsaan, menjelaskan persiapan presentasi yang akan dijalankan besok, hingga menjalani tes kesehatan jiwa.

"Terakhir pengisian form insident berkaitan dengan pendalaman psikologi kemarin. Yang akan didapatkan dari hari ini adalah assessment yang lebih detil dari saringan sebelumnya, ada simulation, mensimulasikan job, observasi, wawancara individual," paparnya.

"Jadi tes hari ini fokusnya profesionalisme, kemudian kita akan lihat transparansi," sambung Yenti.

Sementara untuk kegiatan besok, kata Yenti, akan lebih padat lagi dan capim KPK akan melakukan diskusi terkait tugas sebagai komisioner lembaga antirasuah.

"Kita bisa bicara lebih mendalam, kita iakan lihat, mereka faham tidak. Kenapa kita memerlukan KPK? kenapa ada Undang-Undang KPK? kita melihat seperti itu," ujar Yenti.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved